Laman

  • HOME
  • LOMBA BLOG
  • ARTIKEL
  • TUTORIAL
  • ORDER DESIGN
  • ABOUT ME
  • JUAL KEFIR
JASA DESIGN BLOG KHUSUS BLOGSPOT & JUAL PRODUK KEFIR

BILE REFLUKS yang Menyiksaku

Agustinadian Susanti | Sabtu, April 06, 2013 | |
Semua berawal dari seringnya makan mi instan dan terlambat makan serta dipicu oleh depresi karena kematian ibuku akibat kanker telinga. Waktu itu usia saya 16 tahun. Sejak lahir sampai berumur 16 tahun saya belum pernah kena sakit maag, saya bebas makan apa saja dan pergi kemana saja tanpa rasa cemas ataupun takut. Hingga suatu hari saya berangkat ke sekolah kehujanan dan belum sarapan pagi. Saat saya makan nasi pecel di kantin sekolah tiba-tiba saya mual dan muntah. 
Hal itu berlangsung setiap hari selama kurang lebih 8 tahun. Seperti jadi kebiasaan, kalau belum muntah belum lega. Setiap saya bangun tidur pagi saya muntah selama berjam-jam. Kadang saya tidak jadi berangkat sekolah karena sudah kesiangan. Waktunya habis untuk muntah-muntah pagi hari. Saya menyelesaikan pendidikan saya di SMU dengan susah payah karena harus melawan sakit saya. Saya cuma masuk sekolah saat ada ulangan saja dan sering tidak mengikuti upacara karena saya tidak kuat berdiri lama. 
Lulus dari SMU mencoba bekerja di swalayan walaupun saya masih muntah pagi. Muntah itu seperti sudah direkam di alam bawah sadar saya. Mungkin itu yang dinamakan stress. Saya keluar dan pindah ke luar kota masih muntah juga setiap bangun tidur dan berhenti sendiri setelah terkuras semua. Setiap hari seperti itu. 
Saat bekerja di luar kota saya diantar teman untuk memeriksakan diri ke psikiater. Disana saya diberi obat amitryptiline dan xanax xr. Perlahan-lahan muntah saya tiap pagi berhenti dan saya bisa lepas obat penenang. Setahun kemudian terjadi masalah yang menyita pikiran saya, saya kembali muntah, kali ini muntahnya siang setelah pulang kerja kira-kira jam 14.00 WIB. Saya muntah terus-menerus sampai malam jam 20.00. Kali ini muntahnya berbuih seperti sabun cuci. Baru saya tahu bahwa asam lambung saya keluar. Saya memeriksakan diri ke dokter, psikiater, dokter internis, menjalani endoskopi dan hasilnya saya didiagnosa sakit Esofagitis Gr I (LA-A) + Bile Refluks gastritis dan erosi (Antrum dan fundus)

Keluhan sakit Bile refluks hampir sama dengan GERD.  Menurut pengetahuan awam saya, bedanya bile refluks dan GERD itu pada kendornya LES (katup kerongkongan). Jika bile refluks katup kerongkongan bagian bawah yang lemah, sehingga menyebabkan cairan empedu mengalir ke lambung. Selama saya sakit, saya tidak bisa sendawa ataupun buang gas sebelum saya selesai muntah asam lambung. Sedangkan GERD itu katup kerongkongan atas yang kendor, dan biasanya kalau sakit GERD malah sering sendawa.
 
Saya muntah asam lambung selama kurang lebih 2 tahun. Hidup rasanya cuma setengah hari. Setengah hari untuk bekerja, setengah harinya untuk berjuang melawan muntah berjam-jam terkapar di tempat tidur kos jauh dari orang tua. Dulu waktu kos saya terlalu banyak makan coklat sebagai cemilan karena saya pikir coklat itu mengenyangkan, suka makanan berlemak, setelah makan sering langsung tidur, dan sering kena kipas angin. Setiap pagi bangun tidur tenggorokan saya terasa tidak nyaman, serasa ada yang mengganjal. Karena ketidaknyamanan itu akhirnya coba saya muntahkan paksa (seperti orang bulimia). Jika sudah muntah rasanya kerongkongan saya terbakar, panas di dada dan nyeri. Tak jarang muntah bercampur darah. 

Makanan mulai banyak pantangan. Karena waktu itu saya bingung dengan penyakit saya yang tak kunjung sembuh saya tulis surat ke koran di Suara Merdeka tgl 11 Mei 2008. rubrik Surat Pembaca berharap ada yang dapat memberi saya masukan tentang pengobatan yang tepat untuk sakit saya. Memang banyak yang menyarankan berbagai macam obat tapi belum juga sembuh. Saya hampir putus asa. 
Saya pulang ke kampung halaman saya dan pasrah dengan penyakit saya karena jalur medis sudah saya tempuh namun keadaan saya belum juga pulih. Bahkan untuk keluar rumah sendiri pun saya takut. Saya terkena psikosomatis dan agoraphobia (takut keramaian). Suatu hari tanpa sengaja saya bertemu dengan seorang teman baru yang memperkenalkan saya kepada ayahnya sebagai terapis pengobatan alternatif Chikung. Saya berobat selama 2 bulan. Saya jaga pantangan makan saya dan minum obat dengan teratur dan disiplin dan yang paling penting sugesti untuk sembuh. 

Muntah saya berhenti. Sekarang sudah lewat 4 tahun saya tidak pernah muntah lagi. Demi menjaga kesehatan saya, saya tetap menjaga makan sampai detik hari ini. Saya jadi lebih banyak makan sayur dan buah daripada daging serta menghindari makanan berlemak. Saya ikut menjadi anggota GIHM Indonesia https://www.facebook.com/groups/gihm.indonesia/ karena disini saya bisa berbagi dengan teman-teman yang senasib dengan saya.
 
Hidup ini harus disyukuri. Selagi anda masih bisa makan dengan bebas, makanlah dengan teratur dan seimbang. Jangan sepelekan penyakit pencernaan seperti maag yang mungkin masih terbilang ringan bagi Anda! Berikut ini beberapa tips untuk membantu Anda sembuh :
  1. Jaga pola makan, pola pikir, gaya hidup! PENTING!!
  2. Jika anda terserang GERD (hindari makanan berlemak: kacang tanah, coklat, keju, susu, aneka ikan laut, seafood dan jangan minum kopi/ minuman bersoda, hindari jahe).
  3. Bila ingin tidur setelah makan malam beri interval kira-kira 2-3 jam dan naikkan bantal anda kurang lebih 6-8 inch agar tidak terjadi refluks asam lambung (berbaliknya asam lambung dari perut ke kerongkongan)
  4. Makan perlahan-lahan setiap 3 jam sekali. (3xmakan besar dan 3x cemilan)
  5. Jangan minum atau makan sambil berdiri.
  6. Jika terjadi refluks jangan membungkukkan badan.
  7. Minum air hangat dan latihan pernafasan secara teratur (tarik nafas panjang dan hembuskan perlahan, ulangi berkali-kali sampai anda rileks)
  8. Banyak makan buah. Buah yang disarankan seperti: pisang raja/kepok, buah naga merah, apel merah, pir hijau. Sayuran yang disarankan: wortel, kentang, labu kuning, onyong, bayam. Waktu saya sakit ini menu makan saya (baca disini) dan disini
NB : jika anda makan buah naga merah jangan terkejut bila BAB Anda berubah jadi hitam karena itu normal.
         Tenang saja, GERD bisa sembuh, baca (disini). Yang terpenting jaga pikiran Anda agar bebas dari stres, (baca juga disini). Berdasarkan pengalaman saya, penyakit ini hanya kita sendiri yang bisa menyembuhkan, karena hanya kita yang tahu dan bisa mengontrol pikiran. Orang lain hanya bisa membantu memberikan dorongan dan semangat. Selama Anda masih belum bisa santai dalam menghadapi hidup, saya rasa sulit untuk sembuh. 

          Masing-masing orang berbeda kondisi dan cara penyembuhan. Cara saya sembuh berbeda dengan cara Anda sembuh. Saya hanya berbagi hal yang prinsip dengan memberikan tips yang umum. Saya berdoa semoga Anda sekalian beroleh kesembuhan, jangan lupa berdoa ya. Berdoa itu cara terbaik dan paling efektif untuk menenangkan diri lebih efektif daripada minum penenang. Semoga bermanfaat dan anda mendapat kesembuhan. Amin.

    41 komentar:

    1. wah muntah nya menyiksa sekali

      BalasHapus
      Balasan
      1. Ya mbak Hana, menyiksa sekali makasih ya sudah mampir ke blog saya :) salam kenal

        Hapus
    2. hm...menurutku selalu positivethinking itu berefek bagus untukmu Moocen, supaya jangan stress, mengkhawatirkan sesuatu berlebihan juga tidak baik to,
      jago pola makan ya, itu penting banget, semoga lekas sembuh :)

      BalasHapus
      Balasan
      1. terima kasih mbak Vetriani Bt Munir atas sarannya... :)

        Hapus
    3. Wah kasihan. Semoga cepat sembuh ya.

      BalasHapus
      Balasan
      1. ya terima kasih pak Alfan skrg sih sudah tdk muntah hanya belum bisa makan seperti orang pada umumnya..

        Hapus
    4. masak iya skarang dah sembuh masih jadi vegetarian sist???

      BalasHapus
      Balasan
      1. Ya, gitu deh....saya sedang menjaga makan saja, tapi ga terlalu vegetarian banget sih, telur sama ikan lele paling yang bisa kumakan, lainnya sayur

        Hapus
    5. semangaaat mbak Susan! jangan biarkan apapun mengalahkan diri kita!

      BalasHapus
    6. tetep cemunguud susaan..
      yuukk enjoy your life..
      dengan Ngeblog :D

      BalasHapus
    7. Padahal waktu hamil, Fenny yang cuma muntah-muntah ketika habis sikat gigi saa rasanya dah bikin nelangsa, syukurlah sekarang sudah sembuh ya mbak :)

      BalasHapus
      Balasan
      1. Ya mbak Fenny, iya nih blm pernah hamil udah ngerasain rasanya kayak org ngidam..parah banget ;-( makasih ya

        Hapus
    8. hatur nuhun pengalaman yang amat berharga ini, insya Allah akan kembali pada diri sendiri dengan kesembuhan total yang dirindukan, amin.

      BalasHapus
    9. Aku periksa ke dokter dibilang dispepsia. Aku juga sempat takut keramaian, kalo ke kampus rasanya pingin pingsan. Kalo ada kuliah pagi, pasti aku harus muntah-muntah dulu. Puji Tuhan sekarang aku udah baikan. Udah bisa ke kampus lagi, selera makan udah balik, aku juga udah bisa ngatasin ketakutan di keramaian yang sempat muncul selama aku sakit.
      Intinya kalo mau sembuh, pikiran mesti jernih dulu. Keep writing, mbak.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Hehe, bener banget itu :) Puji Tuhan udah sembuh ya mbak. ternyata rata2 keluhannya sama :) makasi ya

        Hapus
    10. Hebat mak Susan semangat utk sembuhnya ^^
      semoga sehat selalu ya mak,, semangatt ! trims artikelnya bermanfaat bgt

      BalasHapus
    11. Aku juga kena bile refulx, esofagitis grade A dan erosi lambung. Tapi aku ga ngalami muntah2.. Cuma nyeri diperut ini ga karuan rasanya mbak,, trus susah menelan juga.. Perasaan was2 setiap hari menghantui.. Mbak udah sembuh??

      BalasHapus
      Balasan
      1. belum sembuh total, cm saya bertahan sehat karena mau jaga makan sampe sekarang dah 5 tahun, kalau saya melanggar pantangannya ya bisa kumat lagi.

        Hapus
    12. mbak susan... bapak saya usia 78 th teserang penyakit cegukan dalam waktu yang lama... dan ini sangat menyiksa karena pada saat tidurpun masih terserang cegukan... bahkan kadang sampai tercekik tidak bisa bernafas... kata dokter ini akibat asam lambung yang naik menyumbat tenggorokan sehingga tidak bisa bernafas... apakah ini termasuk penyakit Gerd ya mbak..??? mhn pencerahannya... trims..

      BalasHapus
    13. mbak susan... bapak saya usia 78 th teserang penyakit cegukan dalam waktu yang lama... dan ini sangat menyiksa karena pada saat tidurpun masih terserang cegukan... bahkan kadang sampai tercekik tidak bisa bernafas... kata dokter ini akibat asam lambung yang naik menyumbat tenggorokan sehingga tidak bisa bernafas... apakah ini termasuk penyakit Gerd ya mbak..??? mhn pencerahannya... trims..

      BalasHapus
      Balasan
      1. mungkin kalau asam lambung naik itu bisa jadi kena GERD tapi sebaiknya dikonsultasikan dengan dokternya saja, karena saya ga pernah cegukan pas sakit itu

        Hapus
    14. Saya d vonis gerd krn awalnya sering cegukan dan sendawa2 serta lemas pusing ternyata setelah endoskopi cincin lambung saya longgar, jadi skrg saya kontrol trus ama dokter selama 3 bulan makan obat, makan cuma ama bayam dannikan serai goreng kadang ayam trus sayur toge ato wortel ato kentang, selingan bubur gandum kadang tepung ubi campur gula merah, bgmana mbak pola makan saya? Ikan serai ikan laut tuh, tp saya gak bisa makan ikan sungai.., mohon info

      BalasHapus
      Balasan
      1. Knp ga bs mkn ikan air tawar? Gmn rasanya setelah mkn ikan laut? Kalo gpp ya gpp. Kondisi tiap org kan beda2 ya gan. Jd kalo anda tdk ada efek mual setelah mkn ikan laut ya dimkn aja. Saya nulis ini buat pengalaman pribadi aja.

        Hapus
      2. Knp ga bs mkn ikan air tawar? Gmn rasanya setelah mkn ikan serai laut? Mual ga? Kalo ga mual ya dmakan aja

        Hapus
    15. Makasih mbak kalau saya yg sakit suami udah lama sakit.parahnya 3 bulan ini malem susah tidur dadanya panas.

      BalasHapus
    16. mba aku lg bergelut dgn penyakit ini..sangat menyiksa hidup ya ...sy udh 9 bln mba....hiksss

      BalasHapus
    17. mba aku lg bergelut dgn penyakit ini..sangat menyiksa hidup ya ...sy udh 9 bln mba....hiksss

      BalasHapus
      Balasan
      1. mbak sakit sama kayak aku? muntah muntah juga? atau sakit yang gimana keluhannya?

        Hapus
    18. Saya juga mbak sepertinya kena GERD, tapi saya ga muntah2, perut dan dada cuman terasa terbakar dan lw yang parahnya, kaki dingin jantung berdebar dan lemas rasanya mau pingsan..., Apa ada obat biar bisa cepat sembuh mbak...???

      BalasHapus
    19. Mbak susan beli obat chikungnya dma? saya sudah terkena GERD parah sekali dari tahun 2014 sampai sekarang.

      BalasHapus
    20. Wah makasih yah mba udah buat blog ini. Sangat membantu sekali sebagai info. Karna sekarang saya sedang mengalami GERD sampai nyeri diperut terkadang sampai saya gabisa bangun karna nyeri, sering sendawa, dll.. skrg saya sdg melakukan pengobatan, dari obat dokter, dan sering makan buah"an.. saya kaget makan buah naga merah bab berubah hitam. Pas saya baca cerita mba ternyata itu normal, saya jadi lega :D Buat mba susan dan yang lainnya yang sedang mengalami penyakit serupa semoga cepat sembuh 😊

      BalasHapus
    21. hai teman2... bagi penderita bile reflux dan pangratritis bgaimana dgn jadwal kgiatan sehari2? bermasalhkah? masih bertenagakah? bagaimana dgn nafas apakah enak bila melakukan kgiatan2? tks yoke.

      BalasHapus
    22. Hi Mba... Gimana sekarang bile refluks nya. Apa udah baikan.. Sy juga ada bile refluks... Sekarang sedang rawatn obat dari doktor.

      BalasHapus

    Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tuliskan komentar Anda di bawah ini. Komentar Anda sangat bermanfaat dan sangat saya hargai atau jika ada pertanyaan silakan tinggalkan pesan di livechat saya (sidebar kiri bawah)
    Perhatian: saya akan menghapus otomatis komentar yang ada link hidupnya :D

    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...