Laman

  • HOME
  • LOMBA BLOG
  • ARTIKEL
  • TUTORIAL
  • ORDER DESIGN
  • ABOUT ME
  • JUAL KEFIR
JASA DESIGN BLOG KHUSUS BLOGSPOT & JUAL PRODUK KEFIR

Selir Hati

Moocen Susan | Sabtu, Agustus 31, 2013 | 1 Comment so far
Oleh : Moocen Susan 

Tubuhku melemas ketika melihat kemesraan mereka. Rasa cinta bercampur benci ini masih memenuhi lubuk hatiku yang terdalam. Tidak ada lagi yang bisa kulakukan selain menerima dengan ikhlas kepergiannya bersama wanita idamannya. Takdir telah memisahkan kami. Mungkin ini jalan terbaik untuk hubungan tanpa status yang telah kami bina selama kurang lebih empat tahun. Bukan waktu yang singkat bagi wanita bodoh sepertiku untuk mau mengikuti permainan cinta laki-laki brengsek sepertinya. 

 *** 

Hari cepat berlalu namun ingatanku tentang dia masih begitu kuat. Sejak pernikahannya dengan wanita itu, aku jadi sering menangis sedih meratapi kebodohanku. Sesekali aku buka akun facebook miliknya karena masih merindukannya tetapi setiap kali membaca postingan yang ia buat hatiku teriris pedih. 

Hatiku berontak, “Aku tidak terima. Ini tidak adil bagiku. Ya Tuhan tolonglah aku karena aku masih mencintainya. Aku menunggu dudanya.” 

Tanpa kusadari air mataku menetes kembali. Tiba-tiba aku dikejutkan oleh kehadiran sahabatku yang datang bersama kekasihnya. 

“Maya, sedang apa kamu disini sendirian? Kenalin ini calon suamiku, Mas Herman,” kata Susi 

Aku menyambut perkenalan Herman, “Aku Maya,” 

“Herman,” jawabnya singkat. 

Kami duduk bertiga di cafĂ© itu sambil menikmati jus pesanan kami masing-masing. Aku benar-benar iri melihat sahabatku yang terlihat bahagia bersama suaminya. Sepanjang obrolan kami aku melihat senyum kebahagiaan di wajah mereka berdua. Sangat berbeda denganku, hatiku menangis kembali namun aku tidak mungkin menunjukkan air mataku di depan mereka berdua. 

“Eh, gimana kabar cowok kamu dulu? Itu lho yang pernah kamu certain ke aku. Siapa namanya ya?” Susi mencoba mengingat, “Oh ya, Hendra kan?” 

Mendengar Susi menyebut namanya, aku makin sedih, “Sebenarnya kami sudah tidak berhubungan lagi, Sus.” 

“Lho, kenapa May? Kalian putus?” 

“Dia sudah menikah dengan wanita lain, Sus.” 

“Apaaa?! Kapan?” 

“Sebulan yang lalu,” jawabku lirih. 

“Ya ampun, May. Kamu yang sabar ya, aku yakin kamu pasti dapat cowok yang lebih baik daripada dia,” Susi mencoba menghiburku. 

Aku hanya terdiam tidak bisa berkata apa-apa lagi. Kalimat seperti itu rasanya sudah sering aku dengar, bahkan aku merasa tidak perlu mendengarnya lagi. Sejuta kata penghiburan yang dilontarkan orang kepadaku tidak mampu menyembuhkan sakit di hatiku yang dalam. 

 *** 

Aku berjalan menyusuri trotoar taman kota sambil menangis dan aku dikejutkan sekali lagi oleh kehadiran seorang laki-laki berbadan tegap dan tinggi. Laki-laki yang tak asing buatku. Sosok yang telah lama kunantikan dan kurindukan namun yang telah mendua. Entah perasaan apa yang harus kurasakan, sedih atau senang ketika bertemu dengannya. Wajahnya tampak pucat dan tatapan matanya sayu. “May…….” 

 “Ya Tuhan, seumur-umur baru kali ini aku mendengar ia menyebut namaku. Sejak dulu ia tak pernah mau menyebut namaku,” kataku dalam hati. 

“May, kog diem aja sih? Kamu marah ya atau kamu benci padaku?” 

“Untuk apa lagi kamu menemuiku? Bukankah sekarang kamu sudah bahagia bersama wanita idamanmu itu? Lalu kenapa sekarang kamu datang padaku? Kenapa?!” Bentakku sambil menangis. 

Credit
“Maafkan aku, Maya.” Kata Hendra sambil memelukku Aku tidak tahu harus berbuat apa ketika dia memelukku seperti ini, hanya kehangatan yang bisa kurasakan. Rasa benciku berubah menjadi rasa kasihan. 

Hatiku luluh, seakan luka dihatiku perlahan-lahan terobati, namun aku tersadar kembali bahwa sekarang ini statusnya adalah suami orang. Segera aku lepaskan pelukannya. 

“Hentikan! Jangan seperti ini, Kamu bukan Hendra yang kukenal lagi. Sekarang ini kamu sudah menikah. Tidak sepantasnya kamu menemuiku lagi. Hubungan kita sudah berakhir. Kamu sendiri yang mengakhirinya, kan?” Teriakku. 

“May, beri aku kesempatan kedua. Aku baru sadar ternyata hanya kamu yang mencintaiku dengan tulus.” 

“Aku bingung dengan perasaanku sendiri. Benarkah semua ini? Apakah aku harus memberikannya kesempatan lagi? Apakah ia benar-benar mencintaiku kali ini,” aku bertanya dalam hati tanpa tahu jawabnya, “Lalu bagaimana dengan istrimu?” 

“Kami sedang mengurus surat cerai. Aku janji May, aku akan menikahimu.” 

“Apa ? Cerai? Begitu mudahnya kalian bercerai? Tidak Hendra, aku memang sangat mencintaimu, tetapi kalau kamu seperti ini lebih baik kita tetap berpisah. Sekarang aku baru sadar bahwa kamu bukanlah laki-laki yang kuinginkan. Laki-laki yang begitu mudahnya menceraikan istrinya.” 

Aku semakin yakin bahwa masih ada cinta sejati untukku dari laki-laki lain yang pantas menerima cintaku. Aku meninggalkan Hendra sendirian di taman kota itu.
Read More

Senyum Renata (Flash Fiction)

Moocen Susan | Sabtu, Agustus 31, 2013 | Be the first to comment!
Oleh : Moocen Susan

"Baru pulang, neng?” tanya pak satpam yang bertugas di rumah itu. 

“Ya, pak. Biasa, anak muda pulang malam apalagi ini kan malam Minggu.” Jawab Renata sambil menutup pintu mobilnya. 

Ia masuk ke dalam rumah dengan mengendap-endap karena takut dimarahi ayahnya. Lampu rumah itu sengaja dimatikan setiap malam diatas jam 22.00 WIB. Tanpa disadarinya, rupanya ayahnya sudah berdiri di depan pintu kamarnya. 

“Darimana saja kamu malam-malam begini baru pulang?” tanya ayah mengagetkannya. 

Sontak saja ia terkejut dan berbalik, “Eh ayah, maaf yah Rena tadi diajak makan-makan sama teman sampai larut malam di jalan mobil Rena mogok juga. Maaf ya yah?” 

“Alasan saja kamu. Mulai besok kamu tidak boleh bawa mobil lagi!” 

“Lho, kenapa yah? Masa gara-gara pulang malam aja dihukum sampai kayak gitu sih?” 

“Pokoknya kamu harus menurut apa kata ayah karena ini demi kebaikan kamu juga. Akhir-akhir ini kejahatan makin banyak. Banyak orang nekad, apalagi kamu anak ayah satu-satunya. Ayah cuma enggak mau kamu celaka.” 

Credit
Renata merengut sambil masuk ke kamarnya. Ia merebahkan tubuhnya yang letih ke atas tempat tidur yang bernuansa pink bergambar hello kitty, kartun kesukaannya. Ia sedih karena ayahnya menahan mobilnya, salah satu hadiah peninggalan almarhumah mamanya di hari ulangtahunnya yang ke-17. 

*** 
“Selamat pagi, Non. Ayo bangun sudah siang lho.” Kata Inem pembantunya yang masuk ke kamarnya untuk membangunkannya. 

“Ah, masih ngantuk ah, lagian ngapain sih simbok masuk enggak ngetuk pintu dulu?” 

“Maaf, Non abis dari tadi simbok udah ngetuk pintu Non ga denger.” 

“Ya sudah, sana keluar dulu ganggu orang tidur aja! Uh….” 

Renata suka membentak pembantunya ketika ia sedang badmood. Dengan sabar Inem keluar sambil membawa sapu yang tadinya akan digunakannya untuk membersihkan kamar Renata. Renata beranjak dari tempat tidurnya dan mandi. Inem masuk kembali ke kamar majikannya itu dan mulai membersihkannya. 

 “Ayah kemana, mbok? Kog sepi?” tanya Renata sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk. 

“Hari ini Tuan ada meeting di Bandung. Beliau berangkat pagi tadi, Non. Oh ya, pesan Tuan hari ini Non tidak boleh membawa mobil kalau ke kampus.” 

“Hah? Tega banget sih ayah. Masa aku harus naik angkot ke kampus? Ogah ah males. Mana kunci mobilnya?” 

“Maaf Non, kunci mobilnya juga dibawa sama Tuan.” 

“Terlalu banget deh, aku benci ayah. Aku benciiiii!!!!” teriak Renata sambil membanting pintu kamarnya. Ia mengambil handphone dan mulai menelepon ayahnya. Tapi rupanya handphone ayahnya tidak aktif. Ia makin kesal. 

“Non, ayo sarapan dulu,” teriak Inem dari luar kamar Renata. 

“Malesssss! Makan aja sendiri!” bentaknya. 

“Non, ayo sarapan nanti non sakit lho kalau enggak makan.” 

Renata membuka pintu kamarnya, “Heh, aku kan sudah bilang kalau lagi males. Jangan teriak-teriak lagi, ngerti kagak?!” 

Ia menendang pembantunya hingga terjatuh. Entah darimana munculnya sikap arogan Renata itu, setiap ia marah selalu saja pembantunya yang dijadikan sasaran. 

Hari sudah mulai siang, Renata belum juga keluar dari kamar. Inem merasa khawatir tetapi ia juga takut jika anak majikannya itu marah lagi. Telepon berdering, mbok Inem pun segera mengangkat telepon itu. Ternyata telepon itu untuk Renata. Mau tidak mau Inem harus memberanikan diri mengetuk pintu kamar Renata sekali lagi. 

“Non, ada telepon.” 

“Aduh...berisik amat sih! Dari siapa sih mbok?” 

Renata keluar dengan rambutnya yang acak-acakan. Ia keluar dan menerima telepon itu. Tiba-tiba tangan Renata gemetaran, ia tak sanggup berkata-kata. Hanya air mata yang menetes keluar. Ia pun tergolek lemah dan membiarkan gagang telepon itu jatuh ke lantai.

Melihat Renata pingsan, mbok Inem terkejut dan ia segera menghampiri anak majikannya itu, "Non, ada apa non. Non kenapa?" 

"Ayahku mbok...ayahku..."

"Iya, non. Ada apa dengan tuan, non?"

"Ayahku kecelakaan. Ayo mbok, antar aku ke rumah sakit. Cepat mbok!"

Mbok Inem pun segera memanggil sopir dan mengantar Renata menjenguk ayahnya di rumah sakit.
 

 *** 

Sesampainya di rumah sakit, Renata mencari kamar ayahnya dirawat. Dokter keluar ruang pasien dan Renata segera menghampirinya. 

"Dok, dokter bagaimana keadaan ayah saya?"

"Maaf, Anda apanya pasien ya?"

"Saya anaknya dok."

"Maaf kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Tapi ...kami tidak berhasil menyelamatkan nyawa ayah Anda."

 “Apa dok? Apa maksud dokter? Oh.. Ayahhhhh…..Tidaaaaakkkkk jangan pergi, yah. Jangan tinggalin Rena sendirian,” ia berlari masuk kamar pasien dan berteriak histeris. 

Inem berusaha menenangkannya, “Non, sudah non ikhlaskan saja. Yang sabar ya, Non.” 

“Tahu apa kamu? Sekarang aku yatim piatu. Aku kesepian, mbok.” 

“Tenang, Non. Kan masih ada simbok yang menemani. Simbok enggak akan pernah ninggalin Non. Simbok sayang sama Non, karena Non Renata anak kandung simbok.” 

Tamat
Read More

Pentingnya Menjaga Penampilan

Moocen Susan | Sabtu, Agustus 31, 2013 | 2 Comments so far
Jatuh cinta berjuta rasanya, itulah yang sering saya dengar dan memang demikian. Membaca namanya saja “jatuh” pasti ada saat dimana kita merasa sakit dan ketika kita merasakan cinta itu adalah saat yang paling indah. Pada awalnya, kita akan bertemu dengan orang-orang yang salah dan mengalami patah hati sampai kita menemukan cinta itu dari pemilik tulang rusuk kita. 

credit
Kadang aku merasa iri juga ketika melihat ada orang yang pacaran sejak masih sekolah, lalu bisa berlanjut sampai kuliah dan kerja, "Langgeng bener ya?" Tapi terkadang ada orang yang baru kenal beberapa bulan aja udah langsung nikah. Ya, itulah jodoh selalu jadi misteri llahi. Hanya Tuhan yang tau siapa, kapan, dan dimana jodoh kita. Kalau mau jujur, rata-rata para cowok awalnya akan selalu melihat penampilan cewek (yang kelihatan dulu) sampai ia terluka oleh sikap cewek tersebut dan pada akhirnya ia akan mencari cewek yang hatinya baik walau parasnya bukan tipenya. Sedangkan cewek rata-rata suka mendengar rayuan dari cowok. Cowok suka melihat dengan mata fisiknya sedangkan cewek suka mendengar hal-hal baik tentang dirinya. 

Aku memang bukan tipe cewek yang suka dandan dan kadang cuek dengan penampilanku karena menurutku sikap dan perbuatan saja sudah cukup. Tapi ternyata aku salah, penampilan memang bukan utama tapi membantu kepercayaan diri (#berasa iklan). Banyak cowok datang dan pergi dalam hidupku sekedar berkenalan dan mereka akan kabur setelah bertemu denganku sekali saja. Setiap ada cowok datang kerumahku mereka tidak mau melihatku dan sibuk memainkan HP nya ketika sedang ngobrol denganku. Aku pikir, "Apakah mereka malu atau mereka muak melihat penampilanku sampai ga tega menatapku?" 

Ini terjadi berulangkali sampai akhirnya aku sadar mungkin memang aku harus lebih banyak memperhatikan penampilanku. Sewaktu aku patah hati dulu, ada seorang temanku yang mengajakku bercermin di kaca toilet. Dia berkata, “Sebenarnya kamu cantik lho, asal kamu mau sedikit berdandan.” Lalu dia mengajakku lagi melihat ke langit di malam itu, ia bertanya padaku, “Hey, apa ada bintang di atas sana?” Lalu aku jawab, “Mana ada bintang, malam ini cuacanya mendung.” Ia tidak menyerah dan memaksaku melihat sekali lagi ke atas, “Ayo lihat lagi, apa ada bintang di atas sana?” Dengan agak malas aku menyanggupinya dan melihat ke langit sekali lagi, betapa terkejutnya aku karena tiba-tiba ada satu bintang kecil yang muncul malam itu. Aku bersorak kegirangan melihat bintang kecil itu. Temanku berkata, “Itu artinya masih ada harapan saat kamu merasa semuanya gagal dan kalau mau sedikit berusaha pasti kamu bisa berhasil” Ia menghiburku dengan ilustrasi tadi. Sempat terbesit di pikiranku, “Ya ampun, mau dapat cowok aja kog ribet banget ya? Demi mengejar keidealan sebuah penampilan ada cewek yang berjuang mati-matian buat diet hanya untuk menyenangkan kaum cowok, rela keluar duit banyak untuk operasi plastik, perawatan dll. Sampai suatu ketika aku mulai mengerti dan tidak menjadikan itu sebuah tekanan lagi. Jika kita bisa menghargai diri kita maka orang lain juga akan menghargai kita. Tidak perlu dandan berlebihan, menjadi diri sendiri itu yang penting, dan meningkatkan kualitas diri karena cantik itu tidak melulu bicara soal penampilan fisik tapi juga hati. Jika perilaku kita baik, hati kita tulus dan didukung penampilan kita juga menarik saya rasa tidak sulit untuk mendatangkan “kumbang-kumbang pada sekuntum bunga”. 
Btw, Bunga apakah aku ini? Hehehe....
Read More

Tak kenal maka Tak sayang

Moocen Susan | Jumat, Agustus 30, 2013 | Be the first to comment!
Sibuk nulis ikut lomba blogdetik sampai ga sempat nulis di blog sendiri. Hehe, btw sekarang saya mau nulis lagi ah biar ga ngambek nih Miss Alexa yang langsing :) Sejak menjamurnya komunikasi dunia maya lewat facebook, membuat saya pribadi jadi lebih banyak menghabiskan waktu luang untuk online. 


Melalui facebook saya bisa menemukan teman-teman lama saya waktu masih kecil hingga dewasa yang sudah lama tidak terdengar kabarnya. Saya cukup surprised waktu menemukan teman-teman sekolah saya bahkan adik kelas saya yang usianya jauh dibawah saya namun telah menikah dan punya anak. Ada juga yang dulunya penampilannya culun setelah dewasa jadi berubah cakep. Waktu terus berjalan dan tidak ada yang bisa menebak bagaimana akhirnya. Sekedar say hi pada teman lama membuat keakraban kembali terjalin walau hanya sebatas lewat dumay (=dunia maya). 

Pada dasarnya saya pribadi suka sekali punya banyak teman. Selain teman di dunia nyata, saya juga ingin menambah teman melalui dunia maya (facebook). Namun ternyata hal itu tidak semudah yang saya bayangkan. Ada beberapa orang yang tidak terlalu terbuka dalam menjalin pertemanan dengan orang baru. Entah karena mungkin takut atau trauma salah pergaulan. Dan saya menyadari bahwa tidak semua orang bisa cocok dengan saya dan mau berteman dengan sembarang orang. 

Dalam mencantumkan data di facebook sebisa mungkin menuliskan data real supaya orang lebih mudah mengenal saya apa adanya. Namun ada juga orang yang tidak suka mempublish data pribadinya di facebook. Ya, itu sih hak masing-masing orang. Demi alasan keamanan, mereka mengunci data profil pribadi mereka untuk orang asing dan hanya yang sudah berteman dengannya lah yang bisa melihat datanya. 

Yang paling menjengkelkan saat berkenalan dengan orang baru di facebook adalah ada orang yang mengajukan permintaan pertemanan kepada saya tanpa foto profil dan data yang istilahnya ‘nyelelek’ (=sembarangan) apalagi ga pake nama asli. Contohnya namanya si A, pekerjaan di PT. Maju mundur (bisa maju bisa mundur), kuliah di (UGM) Universitas Golek Morotuwo (=Univ. Cari mertua). Duh, bikin bĂȘte aja kalau nemu yang seperti ini. Selain itu setiap ada permintaan pertemanan masuk kepada saya, saya pasti akan lihat kesukaannya dia. Kalau kesukaannya dia tidak beres dalam arti suka hal-hal porno dan itu dipublish di facebook langsung tidak akan saya terima jadi teman. 

Hal ini bukan karena saya membeda-bedakan orang. Tetapi pergaulan yang salah akan membuat kita salah langkah juga. Itulah pentingnya selektif dalam berteman. Namun, sepanjang dia tidak aneh-aneh (neko-neko) saya akan dengan sangat terbuka menerima pertemanan karena saya suka berteman. 

Dalam berteman kadang kala kita juga punya motivasi lain. Ada beberapa orang yang mengajukan pertemanan dengan alasan promosi dagangan onlinenya. Tak kenal maka tak sayang, saya agak kurang nyaman dengan hal ini. Saya sempat tersinggung saat dia setelah add pertemanan dengan saya dan to the point mengutarakan maksudnya dalam berkenalan dengan saya dan menawarkan gabung dibisnisnya. Dia bilang, “……Kalau kamu tidak mau diganggu oleh pesanku lagi kamu bisa balas dengan maaf aku tidak berminat."

Ini merupakan kalimat paksaan menurut saya. Dia ingin saya memberi kepastian dengan cepat padahal saya baru saja kenalan via facebook. Selain itu facebook juga sangat membantu dalam mencari jodoh. Walaupun tidak membantu banyak, karena di facebook banyak data yang disamarkan oleh pemiliknya. Jadi mencari jodoh lewat facebook itu rawan penipuan. Kita harus benar-benar jeli dengan keaslian data disana. Itu bisa dilihat dari foto-foto dan kronologi yang ada disana. Jika Anda ingin dikenal baik oleh orang lain, maka timbulkanlah kesan yang baik tentang diri Anda. Selamat menjelajah dunia maya.
Read More

Cara Membuat Icon Post-Author, Post-Timestamp, Post-Comment-Link, & Post-Labels

Moocen Susan | Selasa, Agustus 27, 2013 | 27 Comments so far
Jika Anda perhatikan dibawah postingan blog kita tertera tulisan “Diposkan oleh…di…komentar…label…..” Nah, kali ini saya ingin berbagi cara membuat icon di depan tulisan tadi sehingga tampilannya nanti akan seperti ini :

Untuk itu ikutilah langkah-langkah berikut ini : 

1. Log in ke www.blogger.com 
2. Klik Template 
3. Klik Edit HTML 
4. Backup dulu template Anda → centang expand widget template 
5. Cari kode ]]></b:skin>dengan menekan Ctrl+F di dalam kotak template

6. Copy paste kode berikut ini tepat di atas kode ]]></b:skin>
Kode Script:
.post-author{ background:transparent url(https://sites.google.com/site/gubhugreyotprojects/mart-2012/images/icon/user.png); } .post-labels{ background:transparent url(https://sites.google.com/site/gubhugreyotprojects/mart-2012/images/icon/grdt-1-label.png); } .post-timestamp{ background:transparent url(https://sites.google.com/site/gubhugreyotprojects/mart-2012/images/icon/grdt-1b-clock.png); } .post-comment-link a.comment-link{ background:transparent url(https://sites.google.com/site/gubhugreyotprojects/mart-2012/images/icon/komen.png); } .post-author,.post-labels,.post-timestamp,.post-comment-link a.comment-link{ background-size:auto 16px; padding-left:22px; background-repeat:no-repeat; background-attachment:scroll; background-position:left center; } .post-author,.post-labels,.post-timestamp,.post-comment-link{ margin-left:auto !important; margin-right:8px !important; }
7. Klik Pratinjau Template jika sudah ok, silakan simpan template Anda dan lihat blog 

Well done, selamat mencoba ^_^

 Sumber : http://dariblogkeren.blogspot.com/2012/03/pasang-icon-di-post-author-post-labels.html
Read More

Cara Membuat Kotak Komentar Tampil Beda

Moocen Susan | Senin, Agustus 26, 2013 | 2 Comments so far
Melihat tampilan komentar di blog kok rasanya biasa-biasa aja membuat saya jadi pengen sedikit memodifikasi tampilannya. Ya, dengan diberi pita warna-warni seperti di kotak komentar saya 
ada 3 warna yang mau saya bagi. Kali ini saya akan berbagi cara yang saya pelajari dari berbagai tutorial yang saya baca. Disimak ya :D 

1. Log in ke www.blogger.com 

2. Klik Template 

3. Klik Edit HTML 

4. Centang Expand Widget Template 
5. Cari kode ]]></b:skin> (caranya dengan menekan Ctrl+F di dalam kotak) 

6. Copy Paste (Ctrl+C→ Ctrl+V) kode berikut ini diatas kode ]]></b:skin>
7. Pita Warna Merah Muda

Kode Script:
/*Start Blogger Threaded Comments Stylish Colors*/ #comments{overflow:hidden} #comments h4{display:inline;padding:10px;line-height:40px} #comments h4,.comments .comment-header,.comments .comment-thread.inline-thread .comment{position:relative} #comments h4,.comments .continue a{background:#d80556} #comments h4,.comments .user a,.comments .continue a{font-size:16px} #comments h4,.comments .continue a{font-weight:normal;color:#fff} #comments h4:after{content:"";position:absolute;bottom:-10px;left:10px;border-top:10px solid #d80556;border-right:20px solid transparent;width:0;height:0;line-height:0} #comments .avatar-image-container img{border:0} .comment-thread{color:#111} .comment-thread a{color:#777} .comment-thread ol{margin:0 0 20px} .comment-thread .comment-content a,.comments .user a,.comments .comment-thread.inline-thread .user a{color:#d80556} .comments .avatar-image-container,.comments .avatar-image-container img{width:48px;max-width:48px;height:48px;max-height:48px} .comments .comment-block,.comments .comments-content .comment-replies,.comments .comment-replybox-single{margin-left:60px} .comments .comment-block,.comments .comment-thread.inline-thread .comment{border:1px solid #ddd;background:#f9f9f9;padding:10px} .comments .comments-content .comment{margin:15px 0 0;padding:0;width:100%;line-height:1em} .comments .comments-content .icon.blog-author{position:absolute;top:-12px;right:-12px;margin:0;background-image: url(https://lh6.googleusercontent.com/-gKsbUtxjEjA/UarOdClLAxI/AAAAAAAAD0U/c7X8AiQo8ic/h120/pita%2Bberwarna%2Bmerah%2Bmuda.png);width:36px;height:36px} .comments .comments-content .inline-thread{padding:0 0 0 20px} .comments .comments-content .comment-replies{margin-top:0} .comments .comment-content{padding:5px 0;line-height:1.4em} .comments .comment-thread.inline-thread{border-left:1px solid #ddd;background:transparent} .comments .comment-thread.inline-thread .comment{width:auto} .comments .comment-thread.inline-thread .comment:after{content:"";position:absolute;top:10px;left:-20px;border-top:1px solid #ddd;width:10px;height:0px} .comments .comment-thread.inline-thread .comment .comment-block{border:0;background:transparent;padding:0} .comments .comment-thread.inline-thread .comment-block{margin-left:48px} .comments .comment-thread.inline-thread .user a{font-size:13px} .comments .comment-thread.inline-thread .avatar-image-container,.comments .comment-thread.inline-thread .avatar-image-container img{width:36px;max-width:36px;height:36px;max-height:36px} .comments .continue{border-top:0;width:100%} .comments .continue a{padding:10px 0;text-align:center} .comment .continue{display:none} #comment-editor{width:103%!important} .comment-form{width:100%;max-width:100%} /*End Blogger Threaded Comments Stylish Colors*/
8. Pita Warna Biru
Kode Script:
/*Start Blogger Threaded Comments Stylish Colors*/ #comments{overflow:hidden} #comments h4{display:inline;padding:10px;line-height:40px} #comments h4,.comments .comment-header,.comments .comment-thread.inline-thread .comment{position:relative} #comments h4,.comments .continue a{background:#1e05d8} #comments h4,.comments .user a,.comments .continue a{font-size:16px} #comments h4,.comments .continue a{font-weight:normal;color:#fff} #comments h4:after{content:"";position:absolute;bottom:-10px;left:10px;border-top:10px solid #1e05d8;border-right:20px solid transparent;width:0;height:0;line-height:0} #comments .avatar-image-container img{border:0} .comment-thread{color:#111} .comment-thread a{color:#777} .comment-thread ol{margin:0 0 20px} .comment-thread .comment-content a,.comments .user a,.comments .comment-thread.inline-thread .user a{color:#1e05d8} .comments .avatar-image-container,.comments .avatar-image-container img{width:48px;max-width:48px;height:48px;max-height:48px} .comments .comment-block,.comments .comments-content .comment-replies,.comments .comment-replybox-single{margin-left:60px} .comments .comment-block,.comments .comment-thread.inline-thread .comment{border:1px solid #ddd;background:#f9f9f9;padding:10px} .comments .comments-content .comment{margin:15px 0 0;padding:0;width:100%;line-height:1em} .comments .comments-content .icon.blog-author{position:absolute;top:-12px;right:-12px;margin:0;background-image: url(https://lh3.googleusercontent.com/-fMyb52dgXOc/UarN3ferE_I/AAAAAAAAD0M/rH8CkPx1B_Y/h120/pita+berwarna+biru.gif);width:36px;height:36px} .comments .comments-content .inline-thread{padding:0 0 0 20px} .comments .comments-content .comment-replies{margin-top:0} .comments .comment-content{padding:5px 0;line-height:1.4em} .comments .comment-thread.inline-thread{border-left:1px solid #ddd;background:transparent} .comments .comment-thread.inline-thread .comment{width:auto} .comments .comment-thread.inline-thread .comment:after{content:"";position:absolute;top:10px;left:-20px;border-top:1px solid #ddd;width:10px;height:0px} .comments .comment-thread.inline-thread .comment .comment-block{border:0;background:transparent;padding:0} .comments .comment-thread.inline-thread .comment-block{margin-left:48px} .comments .comment-thread.inline-thread .user a{font-size:13px} .comments .comment-thread.inline-thread .avatar-image-container,.comments .comment-thread.inline-thread .avatar-image-container img{width:36px;max-width:36px;height:36px;max-height:36px} .comments .continue{border-top:0;width:100%} .comments .continue a{padding:10px 0;text-align:center} .comment .continue{display:none} #comment-editor{width:103%!important} .comment-form{width:100%;max-width:100%} /*End Blogger Threaded Comments Stylish Colors*/
9. Pita Warna Hijau
Kode Script:
#comments{overflow:hidden} #comments h4{display:inline;padding:10px;line-height:40px} #comments h4,.comments .comment-header,.comments .comment-thread.inline-thread .comment{position:relative} #comments h4,.comments .continue a{background:#56d805} #comments h4,.comments .user a,.comments .continue a{font-size:16px} #comments h4,.comments .continue a{font-weight:normal;color:#fff} #comments h4:after{content:"";position:absolute;bottom:-10px;left:10px;border-top:10px solid #56d805;border-right:20px solid transparent;width:0;height:0;line-height:0} #comments .avatar-image-container img{border:0} .comment-thread{color:#111} .comment-thread a{color:#777} .comment-thread ol{margin:0 0 20px} .comment-thread .comment-content a,.comments .user a,.comments .comment-thread.inline-thread .user a{color:#56d805} .comments .avatar-image-container,.comments .avatar-image-container img{width:48px;max-width:48px;height:48px;max-height:48px} .comments .comment-block,.comments .comments-content .comment-replies,.comments .comment-replybox-single{margin-left:60px} .comments .comment-block,.comments .comment-thread.inline-thread .comment{border:1px solid #ddd;background:#f9f9f9;padding:10px} .comments .comments-content .comment{margin:15px 0 0;padding:0;width:100%;line-height:1em} .comments .comments-content .icon.blog-author{position:absolute;top:-12px;right:-12px;margin:0;background-image: url(https://lh3.googleusercontent.com/-g6wCKvu1U4U/UarOyO3Eg5I/AAAAAAAAD0c/Sq9thbjsOnQ/h120/pita+berwarna+hijau.gif);width:36px;height:36px} .comments .comments-content .inline-thread{padding:0 0 0 20px} .comments .comments-content .comment-replies{margin-top:0} .comments .comment-content{padding:5px 0;line-height:1.4em} .comments .comment-thread.inline-thread{border-left:1px solid #ddd;background:transparent} .comments .comment-thread.inline-thread .comment{width:auto} .comments .comment-thread.inline-thread .comment:after{content:"";position:absolute;top:10px;left:-20px;border-top:1px solid #ddd;width:10px;height:0px} .comments .comment-thread.inline-thread .comment .comment-block{border:0;background:transparent;padding:0} .comments .comment-thread.inline-thread .comment-block{margin-left:48px} .comments .comment-thread.inline-thread .user a{font-size:13px} .comments .comment-thread.inline-thread .avatar-image-container,.comments .comment-thread.inline-thread .avatar-image-container img{width:36px;max-width:36px;height:36px;max-height:36px} .comments .continue{border-top:0;width:100%} .comments .continue a{padding:10px 0;text-align:center} .comment .continue{display:none} #comment-editor{width:103%!important} .comment-form{width:100%;max-width:100%}
10. Simpan Template → Lihat Blog 

Sumber : http://flamboyan68.blogspot.com/2013/06/kotak-komentar-bergaya-warna-dengan.html
Read More

Cara Membuat Tombol Back To Top di Blog

Moocen Susan | Minggu, Agustus 25, 2013 | 5 Comments so far
Tombol ini biasanya ada di sebelah kanan bawah dan berfungsi untuk mempermudah pengunjung blog membaca kembali bagian atas halaman lebih cepat daripada menggunakan scroll mouse ke atas. Berikut ini caranya : 

1. Log in ke www.blogger.com 
2. Klik Tata Letak 
3. Klik Tambah Gadget 
4. Klik HTML/ Java Script 
5. Copy dan Paste kode dibawah ini (Ctrl+C → Ctrl+V)

<a title="Back to Top" href="#" style="position: fixed; bottom: 5px; right: 5px;"><img src="URL Icon Back To Top" /></a>
6. Ganti tulisan URL Icon Back To Top dengan salah satu link dibawah ini yang Anda pilih:


Kode Script:
http://3.bp.blogspot.com/-twCluUe7WBE/UPbpgayOBNI/AAAAAAAACBk/Vj_ZhY4y4Vc/s1600/back+to+top15.png

Kode Script:
http://4.bp.blogspot.com/-a59gfdLJTJU/UPblQr_4pnI/AAAAAAAACAo/gAygGuiqovw/s1600/back+to+top9.gif

Kode Script:
http://3.bp.blogspot.com/_JwD5r652h00/SvDBW6QlhXI/AAAAAAAAARY/6ZxECjTlMxM/s400/bttp-13.png

Kode Script:
http://3.bp.blogspot.com/_JwD5r652h00/SvDBBlYeFHI/AAAAAAAAAQo/lzY3WpZpwPA/s40

Kode Script:
http://1.bp.blogspot.com/_JwD5r652h00/SvDBBzoz4II/AAAAAAAAAQw/n9hIomKpQxY/s400/bttp-8.png

Kode Script:
http://1.bp.blogspot.com/-GOFEDMYSa4Y/UPbpgB4AekI/AAAAAAAACBg/qgQrtPIpovc/s1600/back+to+top14.png
7. Simpan → Lihat Blog Anda

sumber: 
http://www.deknanda.com/2013/08/salam-jumpa-kembali-sobat-blogger_6.html#.UhmuqFL3AsY
Read More