Laman

  • HOME
  • LOMBA BLOG
  • ARTIKEL
  • TUTORIAL
  • ORDER DESIGN
  • ABOUT ME
  • JUAL KEFIR
JASA DESIGN BLOG KHUSUS BLOGSPOT & JUAL PRODUK KEFIR

Aplikasi My Blue Bird Membantuku Sampai ke Rumah Sakit Tepat Waktu

   Jika mendengar nama Blue Bird aku teringat 8 tahun lalu saat pulang dalam keadaan sakit keras ke Blora, salah seorang temanku memesankan taksi Blue Bird Semarang untuk mengantarku. Sopir taksinya datang lebih awal dari perjanjian. Janjian jam 8 eh jam 7 aku udah dijemput. 

   Beberapa tahun kemudian, aku kembali ke Semarang untuk interview di daerah Mangkang, sedangkan aku tinggal sementara di kosku di Widosari. Karena aku belum tahu jalan kesana, aku kembali memesan taksi Blue Bird pulang pergi. Waktu itu aku masih menggunakan versi lama yaitu memesan lewat SMS karena kebetulan temanku dulu punya nomer HP sopirnya. 

   Dan kini,  untuk memesan taksi Blue Bird jadi lebih mudah karena Blue Bird Group menyediakan Aplikasi Pemesanan Taksi - My Blue Bird yang dapat diunduh di bawah ini (klik banner)

http://www.bluebirdgroup.com/taxi-mobile-reservation


   Ketika mengetahui Blue Bird punya aplikasi ini, aku langsung menginstalnya di smartphoneku. 



   Aku mulai melakukan proses registrasi dan akunku sudah terdaftar di Aplikasi My Blue Bird. Tapi belum kugunakan untuk memesan, hingga sebuah kejadian membuatku naik taksi ini kembali. 


    Jadi ceritanya malam itu adalah jadwal kontrol ke dokterku. Tadinya aku diantar adikku naik motor kesana. Sesampainya di sana, dan mengantri untuk daftar ulang, eh ternyata dokterku tidak praktek dan diganti esok harinya begitu kata petugasnya kepada adikku. Hanya saja aku pahamnya mungkin besok prakteknya sama sama jam 7 malam. Kemudian aku pulang ke rumah. 

   Esok harinya kira-kira jam 12 siang, aku teringat mau telepon rumah sakit menanyakan kembali jadwal praktek dokterku. Apakah aku perlu daftar ulang kembali atau tidak. Ya tadinya cuma ingin tahu hal itu aja, tapi sungguh betapa kagetnya aku karena jadwal praktek dokterku jam 2 siang bukan jam 7 malam seperti dugaanku. Dan petugasnya bilang kalau aku harus menyerahkan berkas-berkas pendaftaran pasien rawat jalan pada pukul 13.30 WIB. Rupanya adikku kurang jelas memberitahuku kalau praktek dokterku jam 2 siang. Wah aku langsung panik, karena waktuku cuma 1 ½ jam. Mana aku belum mandi, belum makan, belum siap-siap, sedangkan Adiku sedang pergi dan ga ada yang mengantarku. Aku kontak teman-temanku ga ada yang bisa karena bekerja. 

   Kemudian aku melihat Aplikasi My Blue Bird yang sudah lama terinstal di Smartphoneku. "Aha, kenapa ga pesan taksi aja sekalian mencoba aplikasi baru ini?" pikirku.

   Pertama yang kulakukan adalah membuka aplikasi My Blue Bird dan menyalakan GPS di smartphoneku. Kemudian aku klik menu order dan disitu tertera alamat penjemputanku. Karena rumah kontrakanku masuk gang dan tidak bisa dilalui mobil jadi aku memasukkan alamat depan gangku. 


    Karena penasaran pengen tahu berapa biaya yang dibutuhkan buat nyampe ke RS Pantiwilasa Dr Cipto maka aku masukkan alamat di bagian Destination lalu munculah estimasi biayanya yaitu sekitar Rp 65.000,- . lalu klik ORDER. Hm, oke yang penting sampai tujuan.

   Aku menunggu taksi menjemputku ya kira-kira 15 menitan lah. Dan inilah penampakan taksi pesananku (FR 350) dari jauh.


   Aku buru-buru masuk ke taksi dan disambut senyum ramah dari sopir taksinya. Nama sopir itu pak Achmad. Beliau baru 4 bulan bekerja di Blue Bird. Sepanjang perjalanan kami ngobrol panjang lebar. Aku iseng-iseng nanya gimana kalau sudah terlanjur pesan taksi tapi batal. Kemudian pak Achmad menjelaskan kalau sudah begitu akan kena charge Rp.10.000,- dan minimum pembayaran Rp.25.000,- .

    Aku terus memperhatikan argonya dan lihat jam terus karena takut terlambat daftar ulang. Sampai di depan rumah sakit aku lihat lagi argonya jadi Rp.68.500, ya beda sedikit lah dengan estimasi biaya tadi karena jalan agak macet tadi di Jatigaleh. Sesampainya di rumah sakit aku cukup lega karena aku datang tepat waktu. Terima kasih Blue Bird  yang sudah mengantarkanku dan mempermudahku memesan taksi dengan Aplikasi My Blue Bird.

Tulisan ini diikutsertakan pada My Blue Bird Blogging Competition yang diselenggarakan oleh PT Blue Bird Tbk
Read More

Pengalaman Endoskopi di RS Panti Wilasa Dr. Cipto Semarang

Moocen Susan | Kamis, April 07, 2016 | 26 Comments so far
    Setelah aku masuk ke kamar rawat inap, suster datang dan memberiku baju ganti. Besok sebelum diinfus kamu ganti baju ini ya, baju biru bertali 2 di punggung dan kain putih. 


    Dokter datang jam 23.30 WIB karena kebetulan malam itu beliau praktek, jadi bisa langsung ketemu dokter dan mengabarkan kalau endos akan dilakukan besok jam 7 pagi. Wow semuanya terasa sangat lancar. Tengah malam aku gatal-gatal hebat dan aku minta obat gatal. Setelah itu suster datang dan memberiku pil warna kuning (CTM) 

    Mulai jam 00.00 aku puasa – 06.00 . aku awalnya takut gimana kalau aku muntah saat endoskopi. Saat pagi bangun tidur aku kembali mual.tapi tidak bisa muntah sama sekali. Hanya berulangkali mengeluarkan asam lambung. 

    Jam 7.30 aku diantar suster masuk kamar operasi. Aku ganti baju lagi kali ini warnanya ijo dan aku memakai topi ijo juga. 


   Sebelum endoskopi aku ijin ke toilet dulu. Dokternya nyariin aku. Susternya bilang baru pipis dok. Kemudian aku masuk ke kamar endoskopi. Aku disuruh tiduran dan mulutku disemprot cairan berasa tajam aku disuruh menelan sambil menghirup nafas panjang dan tenggorokanku terasa makin menebal. Hidungku dipasangi selang oksigen, dan aku dibius total disuntik di infusku. Mulutku dipasangi alat untuk masuknya selang berkamera. Aku merasa ingin menelan ludah namun tak bisa, nafasku makin susah tapi karena ada selang oksigen aku terbantu. Aku melihat suster menyiapkan selang yang akan dimasukkan ke mulutku. Setelah itu aku tidak ingat apa-apa lagi. 

    Aku sudah tertidur pulas karena dibius total. Ketika aku bangun sudah pukul 09.30 dan aku sudah kembali ke kamar rawat inap. Aku pikir kok cepat amat endoskopinya dan tidak berasa apa-apa. Semua berjalan lancar dan ini hasil endosku. 


   
     Setelah menunggu sehari semalam di kamar pasien, kamis, 7 April 2016 aku boleh pulang. Prosedur kepulangan pasien sebagai berikut :
- Menunggu suster menghitung dulu semua biaya. setelah dapat surat baru ke kasir
- dari kasir dapat kenang-kenangan tas alkitab dan surat ijin pulang yang harus diserahkan ke satpam
- kembali lagi ke ruang perawat untuk ambil obat sambil mengembalikan kartu tunggu. kalau kartu tunggu hilang kena denda Rp.15.000,-
- di ruang perawat pasien diminta tanda tangan dan mendapat hasil foto endoskopi, beserta surat kontrol, hasil lab, dan obat yang dibawa pulang.
- dari ruang perawatan menuju pos satpam dan memberikan surat ijin pulang.
udah deh. gitu aja sekelumit kisahku menjalani endoskopi di rs. dr. cipto semarang.
Read More

Akhirnya Dapat Kamar Rawat Inap

Moocen Susan | Kamis, April 07, 2016 | 3 Comments so far
  
Setelah kemarin aku cerita gimana sulitnya dapat kamar dan akhirnya aku mengurus pindah kepesertaan BPJS dari kelas 3 jadi kelas 1 hanya untuk bisa endoskopi di pavilion garuda Kariadi rupanya Tuhan berkata lain. 

   Hari yang kunanti tiba, April 2016 saat aku resmi jadi kelas 1. Semangatku muncul, yes aku pasti bisa endoskopi di garuda. Tapi pagi-pagi aku dapat pesan bbm dari rekanku yang memberitahukan bahwa mulai April 2016 pav garuda tidak menerima BPJS. 
   
   Waduh, sedih campur bingung aku. Keesokan harinya saat aku control lagi ke dokterku, aku memberitahukan hal ini, dan beliau mengiyakan kalau pav garuda tdk terima bpjs lagi. Akhirnya dokterku bikin surat pengantar ke TPPRI dan mengubah kelas ku dari kelas 3 jadi kelas 1. Dan beliau berkata mungkin sekarang kamu lebih mudah dapat kamar karena sudah kelas 1. Coba dulu aja, nanti kalau masih penuh lagi terpaksa kamu saya rujuk ke merpati. 

   Akhirnya saya bawa surat itu ke TPPRI dan dicatat namaku untuk masuk daftar tunggu kamar pasien. Setelah itu aku pulang. Dan kembali berobat jalan seperti biasa sambil berusaha rajin menelepon setiap hari tanya kamar. Pagi itu aku coba kembali menelepon, dan hasilnya tetap saja penuh, tidak ada kamar kosong. 

    Keesokan harinya aku dengan enggan mencoba kembali telepon, ya iseng iseng aja sih sebenernya karena aku tau pasti jawabannya ngga ada kamar lagi. Tapi entah kenapa Tuhan menggerakkan aku untuk tetap menelepon. 

  Jadi inget kisah Simon Petrus waktu seharian nyari ikan ga dapat-dapat terus ketemu Tuhan Yesus, Kata Yesus kepada mereka: "Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab mereka: "Tidak ada." Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. 

    Ini kalau dibahasain pake kisahku. Hai Susan apa kamu sudah dapat kamar? Jawabku belum Tuhan penuh terus og e. Maka Kata Yesus padaku, coba telepon lagi sekarang, maka kamu akan dapat kamar. Dan aku menelepon TPPRI lagi, dan awalnya jawabannya sama tidak ada kamar, sudah penuh semua. Dan entah kenapa ada sesuatu yang menahanku untuk tidak menutup telepon, demikian juga petugas itu. aku bilang, kalau tidak ada kelas 1 yang kosong, kelas 2 juga tidak apa-apa mbak, aku cm butuh endoskopi aja. Aku sudah tidak kuat lagi, help…dan entah kenapa juga petugas itu jadi lembut, tunggu ya seperempat jam lagi saya carikan kamar dulu. Tunggu ya, nanti kami hubungi kamu. 

    Oh yes yes yes.. serasa mendapat angin segar aku percaya ini pasti ROh Kudus yang gerakin. Dan benar saja, jam 13.15 aku ditelepon dan dipanggil untuk datang ke RS untuk rawat inap. Senang mendengar kabar ini aku beritahu adiku untuk antar aku opname jam 18.00. Jam 17.00 Aku sudah siap-siap berangkat, tapi sebelum opname aku pengen bubur ayam di simpang lima, dari banyumanik ke simpang lima Cuma mau beli bubur ayam terus langsung ke RS panti wilasa dr. cipto. Sampai di tukang buburnya ternyata belum datang buburnya, yah sudahlah akhirnya tetep berangkat ke rs dr.cipto tanpa bawa makanan hanya buah pisang beberapa sisir. 

    Jam 18.30 sampailah kami di rumah sakit. Aku masuk ke TPPRI menyerahkan surat pengantar rawat inap, fotokopi KTP, fotokopi BPJS, surat rujukan dr rs banyumanik dan legalisasi surat rujukan dr. keluarga masing –masing 2 lembar. 

     Lama juga menunggu dipanggil. Sudah jam 20.30 WIB akhirnya aku dipanggil juga, aku disuruh mengisi dan menandatangani 3 berkas formulir, ditensi dan diambil darahku. setelah semua itu aku dipasangi gelang plastik bertuliskan namaku. dan aku diantar ke ruang kamar kelas 2. Aku pikir akan ada 4 bed ternyata ada 2 bed dan satunya kosong. disana ada AC dan kamar mandinya diluar.
Read More