Laman

  • HOME
  • LOMBA BLOG
  • ARTIKEL
  • TUTORIAL
  • BELI SUPLEMEN

Tanya Jawab Seputar Pembalut Natesh (Q&A Natesh)

Moocen Susan | Kamis, Oktober 24, 2019 | Be the first to comment!
T : Darimana asal Natesh diproduksi ? 
J : Natesh, Saat ini di Produksi di Pabrik yang Bersekala Internasional di Shen zhen, China. 

T : Apakah pembalut Natesh dapai dipakai seharian penuh ? 
J : Menurut hasil eksperimen kesehatan Internasional, sebaiknya pembalut digunakan dan diganti setiap 2 jam, karena akan berkembang sekitar 107 bakteri/cm3 di permukaan total pembalut, dan hal ini tidak menyenangkan dan dapat membahayakan kesehatan. Tetapi, maksimalnya, akan lebih baik jika anda sedang repot, dapat mengganti paling lama sekitar 4 jam. 

T : Apakah jika memakai pantyliner Natesh setiap hari tidak menimbulkan keputihan ? 
J : Jika pembalut yang digunakan bukan pembalut yang berkualitas baik (mengandung bahan-bahan kimia berbahaya dan mengiritasi kulit) dan sering digunakan lebih lama dari waktu yang disarankan, sangat memungkinkan terjadi gangguan organ intim reproduksi muncul seperti keputihan. Karena itu sangat penting untuk memilih pantyliner yang aman dan berkualitas. Jadi, pantyliner Natesh tidak menimbulkan keputihan. 

T : Apakah pembalut dan pantyliner dapat mencegah kanker rahim ? 
J : Pada dasarnya pembalut dan pantyliner bukan untuk pengobatan sekalipun mengandung herbal karena sifatnya hanya membantu mencegah. Jika memang sudah terjadi kanker, misalnya kanker rahim, jangan memakai pembalut atau pantyliner yang mengandung toksin atau dioksin, ganti segera dengan pembalut yang tidak mengandung dioksin. 

T : Bisakah Natesh pantyliner digunakan bagi anak kecil yang keputihan ? 
J : Bisa, bahkan dapat membantu pemulihan. Namun yang paling utama adalah pengobatan medis karena keputihan pada anak kecil (yang belum menstruasi) disebabkan karena infeksi/peradangan akibat jamur atau bakteri. 

T : Apakah pantyliner Natesh aman ibu hamil ? 
J : Bila kita berbicara tentang pantyliner yang tidak berkualitas (terbuat dari bahan daur ulang yang mengandung bahan kimia berbahaya), maka memang sebaiknya ibu hamil dan yang akan merencanakan kehamilan tidak menggunakan pantyliner. Karena Natesh tidak mengandung dioksin dan bahan berbahaya serta terbuat dari bahan berkualitas maka aman untuk digunakan. Namun perlu diingat bahwa masalah kehamilan sangat kompleks, maka untuk menghindari penyalahgunaan terhadap Natesh (bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan-red) sebaiknya jangan menyarankan penggunaan Natesh pada ibu hamil yang akan merencanakan kehamilan. 

T : Apa kelebihan pembalut dan pantyliner Natesh ? 
J : Natesh merupakan pembalut dan pantyliner yang aman dan tidak mendatangkan permasalahan dalam jangka panjang, misalnya saja migrain. Migrain merupakan salah satu gejala (symptom) yang disebabkan oleh gangguan yang terjadi pada organ reproduksi. Dengan pemakaian pembalut maupun pantyliner Natesh secara teratur, maka nyeri akibat migrain dapat berkurang. 

T : Jaminan sertifikat apa saja yang ada pada Natesh ? 
J : Natesh memiliki sertifikat dalam negeri, yaitu DEPKES RI AKL dan sertifikat bebas dioksin dari Sucofindo dan juga dari Taiwan. Selain itu, terdapat juga tambahan sertifikat yaitu: Nano silver, Magnet, Anion, Far Infra Red (FIR). 

T : Apa yang istimewa dari Natesh dibandingkan dengan pembalut lain ? 
J : kadar maksimal anion pada Natesh lebih tinggi yaitu 7200 unit/cm3, sedangkan anion pembalut tersebut hanya sekitar 6070 unit/cm3, sehingga Natesh memberikan manfaat yang lebih maksimal. 

T : Apakah Natesh mengandung menthol ? 
J : Salah satu fungsi menthol adalah untuk memberikan sensasi segar. Tetapi, jika kadarnya terlalu kuat, justru akan memberikan rasa panas dan membuat kulit kering dan mudah iritasi. Kadar menthol pada Natesh dibuat khusus untuk cuaca di Indonesia, sehingga kadar mentholnya tidak terlalu tinggi. Dengan demikian, pengguna Natesh tetap merasa nyaman dan aman. 

T : Apakah gel pada Natesh dapat larut dalam air ?  
J : Tidak, karena materi yang larut dalam air hanya SAP sheet (SAP terbuat dari woodpulp yang tidak diproses dengan klorin/kaporit atau natrium hipoklorit melainkan dengan chloropropene), sedang lapisan/materi lain tidak larut dalam air sehingga tetap dapat menyumbat toilet. 

T : Apa yang dimaksud dengan 195/50 pada SAP Natesh dan kenapa ukuran Natesh overnight (untuk malam hari) lebih pendek dari sebelumnya ? 
J : Artinya bahwa dari 1 m2 lembar SAP yang beratnya 195 gram, terdapat 50% nya kandungan penyerap (absorbent) atau sekitar 97,5 gram, 36 gram kandungan lain dan 61,5 gram nya serat. Ukuran bukan menjadi masalah, karena pada dasarnya setiap wanita memiliki ukuran tubuh yang berbeda, dan rata-rata panjang sekitar 28-30 cm merupakan ukuran pembalut yang dipakai wanita Indonesia. 

T : Apakah kandungan magnet pada Natesh termasuk aman jika digunakan sepanjang waktu ?  
J : diketahui banyak berita simpang siur tentang efek samping magnet. Magnet menngandung medan yang juga sebenarnya bermanfaat untuk melancarkan sirkulasi darah mikro sehingga sistem imunitas meningkat. Magnet yang memberikan manfaat adalah yang medannya sesuai dengan medan magnet bio (bumi), yaitu antara 0,25-0,65 Gauss dan medan pada magnet Natesh adalah 0,6 Gauss, sehingga masih terkategori aman. 

T : Apakah dapat terjadi reaksi seperti negatif yang sebenarnya perbaikan (healing crisis) pada pemakaian Natesh ?  
J : hal tersebut dapat saja terjadi jika memang di dalam tubuh terdapat gangguan yang tanpa dirasakan (dorman-red). Jika demikian, tetap saja lanjutkan pemakaian Natesh sampai reaksinya berkurang atau bahkan berhenti. 

T : Apakah perlu setiap hari menggunakan pantyliner ? 
 J : pada dasarnya, pantyliner digunakan pada saat cairan (bukan darah mens) sedang banyak (keputihan). Jika aktivitas terlalu padat dari pagi sampai sore dan tidak ada waktu untuk mengganti pakaian dalam, akan dianjurkan memakai pantyliner. Malam hari tidak dianjurkan memakainya. 

T : Kapan saat yang tepat untuk memakai Natesh ?
J :  Day Use = saat haid siang hari
    Over Night Use = saat haid malam hari/ sedang banyak
     Pantyliner = dipakai setiap hari 
    (dianjurkan ganti tiap 3-4jam) saat tidak mens. dipakai saat     
    keputihan atau saat mens tidak banyak)




Untuk pemesanan Natesh hubungi WA : 081915197153
Reseller Welcome !
Read More

Jual KK Hidrogen Water Bottle

Moocen Susan | Minggu, Oktober 06, 2019 | Be the first to comment!
Nikmati Hidup Lebih Sehat dengan Hydrogen Water Bottle. 60-70% tubuh kita dibangun oleh air. Air memainkan peran yang sangat luas bagi tubuh mulai dari mengatur suhu tubuh, memelihara konsistensi dan kekentalan darah, sebagai zat pelarut zat-zat gizi, membantu berbagai proses metabolism tubuh, detoks, dll. 

Pastikan kebutuhan harian cairan tubuh selalu terpenuhi dengan minum 7-8 gelas per hari. Namun ada satu hal yang yang tidak terpikirkan selama ini bahwa, ternyata air yang minum bisa berpotensi mengoksidasi tubuh yang berdampak buruk terhadap kesehatan. 

Karena itu KK menghadirkan Hydrogen Water Bottle. Dengan teknologi elektrolisis, air dapat dihidrolisis untuk melepaskan ion-ion hydrogen (H+) sehingga menjadikan air minum yang awalnya berpotensi oksidasi berubah menjadi air pereduksi (antioksidan).

Proses elektrolisis juga memperkecil molekul air (mikromolekuler) sehingga lebih cepat diserap tubuh. Air dengan ukuran mikromolekuler juga menjadikan zat-zat gizi dari makanan atau suplemen yang anda konsumsi menjadi lebih mudah dicerna dan lebih cepat diserap tubuh. 

Manfaat Hydrogen Water Bottle
1. Memperbaiki metabolisme tubuh. 
2. Memaksimalkan penyerapan nutrisi 
3. Membantu membersihkan darah 
4. Memaksimalkan aktivitas dan fungsi sel 
5. Memaksimalkan proses detoksifikasi 

Keistimewaan Hydrogen Water Bottle :  
1. Perangkat elektrolisis berbahan titanium untuk menghasilkan ion hidrogen yang lebih tinggi. 
2. Proses elektrolis cepat hanya butuh 5 menit. 
3. Mengandung karbon aktif untuk mengikat sisa/kotoran hasil proses elektrolisis. 
4. Menggunakan bahan sehat dan aman (Food Grade PC material). 
5. Portable dengan desain fashionable, elegan dan mewah dengan lampu eletrolisis warna-warni 

Cara pemakaian : 
1. Buka tutup Hydrogen Water Bottle (HWB) 
2. Tuangkan air minum ke dalam HWB hingga batas bawah leher botol. Ingat! Botol hanya boleh diisi dengan air putih saja, suhu air minum maksimal 400C
3. Tutup botol kembali. Alat siap untuk diaktifkan. 
4. Tekan tombol power “ON” ± 3 detik, sampai terdengar suara klik. Ingat! Alat hanya boleh di aktifkan saat berisi air minum. 
5. Alat akan bekerja menghidrolisis air selama 5 menit. Selama proses berlangsung, lampu warna warni akan nyala secara bergantian sampai alat mati secara otomatis. 
6. Sekarang air minum kaya hidrogen siap diminum. 

Catatan : 
1. Untuk menghindari kontaminasi, minumlah Air Hidrogen dengan menggunakan gelas. Jangan diminum langsung dari botol. 
2. Air yang belum diminum biarkan tetap dalam alat. Segera tutup botol kembali, karena jika dibiarkan terbuka maka kadar ion hidrogen dalam air akan lebih cepat berkurang. Usahakan air yang tersisa dalam botol dihabiskan sebelum 2 jam. 
3. Jika air yang tersisa dalam botol tidak habis dalam 2 jam, anda harus mengulang proses hidrolisis, dengan menekan tombol power. Disarankan sebelum proses hidrolisis ulang, penuhi kembali air dalam botol. 
4. Untuk pemakaian pertama kali, bersihkan dengan hidrolisis 3x dan buang airnya (tidak diminum). 

Perawatan Harian
Setelah pemakaian 5x maka alat harus dibersihkan dengan melakukan prosedur Back Flushing (Pembilasan Ulang) dengan cara : 
1. Isi Botol HWB dengan air minum hingga batas bawah leher botol 
2. Tekan tombol power 
3. Hanya berselang 5 detik setelah proses elektrolisis aktif, ditandai dengan lampu warna warni mulai nyala, segera tekan kembali tombol power kira-kira 5 detik. Proses back flushing mulai bekerja, ditandai dengan hanya lampu merah saja yang aktif berkedap-kedip. 
4. Setelah 3 menit, proses akan mati secara otomatis. 5.Botol siap digunakan kembali 

Perawatan Mingguan : Dilakukan setelah pemakaian 5-7 hari. 

Cara 1 : Menggunakan asam sitrat / citrun. 
1. Masukan air kurang lebih 100 ml ke dalam HWB 
2. Masukan 2 sendok teh bubuk asam sitrat, kocok pelan dengan membolak-balik botol sampai bubuk asam sitrat larut. 
3. Lanjutkan dengan proses Back-Flushing (Pembilasan Ulang) dengan cara: 
  • Tekan tombol power. 
  • Hanya berselang 5 detik setelah proses elektrolisis aktif, ditandai dengan lampu warna warni mulai nyala, segera tekan kembali tombol power kira-kira 5 detik. Proses back flushing mulai bekerja, ditandai dengan hanya lampu merah saja yang aktif berkedap-kedip.
  • Setelah 3 menit, proses akan mati secara otomatis. 
  • Bilas dengan mengocok botol secara manual, buang airnya. Lakukan 3 kali Bilas. 
  • Alat sudah siap pakai kembali. 
Cara 2 : Menggunakan asam cuka (cuka meja/cuka makan) 
1. Masukan air 100 ml cuka makan murni ke dalam HWB, tutup botol
2. Lakukan proses Back-Flushing (Pembilasan Ulang) seperti pada cara 1 step 3 sampai 5) Perawatan khusus Perawatan ini dilakukan apabila gelembung yang dihasilkan saat proses elektrolisis hanya sedikit. 

Untuk mengatasi ini, lempeng elektroda harus dibersihkan menggunakan asam sitrat atau asam cuka. Cara 1 Menggunakan asam sitrat / citrun. 
1. Masukan air kurang lebih 100 ml ke dalam HWB 
2. Masukan bubuk asam sitrat sebanyak 2 sendok teh, kocok pelan dengan cara membolak-balik botol hingga bubuk asam sitrat larut. 3. Tutup botol dan rendam selama 2 jam. 
4. Kocok selama 2 menit. 
5. Bilas dengan mengocok botol secara manual, lalu buang airnya. Lakukan 3 kali bilas. 
6. Alat sudah siap pakai kembali. 

Cara 2 Menggunakan asam cuka (cuka meja/cuka makan) 
1. Masukan 100 ml cuka makan murni ke dalam HWB. Tutup botol 2. Rendam selama 2 jam. 
3. Kocok selama 2 menit. 
4. Bilas dengan mengocok botol secara manual, lalu buang air airnya. Lakukan 3 kali bilas. 
5. Alat sudah siap pakai kembali Cara pencucian bagian atas / badan botol 

Untuk membersihkan dinding dalam botol, gunakan spon/busa bertangkai yang biasa digunakan untuk pembersih botol susu bayi. Caranya : 
1. Basahi busa dengan air minum. 
2. Buka tutup botol dan pegang botol dalam posisi terbalik. Lalu masukkan busa/spon yang telah dibasahi sampai mentok ke dasar botol. 
3. Putar spon/busa ke satu arah sambil spon agak ditekan ke dinding botol. Setelah 3-5 kali putaran, tarik spon/busa ke arah luar secara bertahap hingga seluruh dinding dalam botol tersapu oleh busa/spon. 
4. Bilas spon dengan air minum. 
5. Ulangi langkah no. 3-4 sampai 3x. 
6. Isi botol dengan air minum hingga setengah kapasitas botol. Tutup botol, lalu aduk pelan secara manual dengan membolak-balikan botol beberapa kali. Lalu buang airnya. Lakukan langkah ini sebanyak 3 kali. 
7. Botol siap digunakan kembali. 

Perhatian : Botol tidak boleh dicuci dengan bahan kimia atau sabun. 

Cara Pengisian daya (Charging) 
1. Buka tutup charge 
2. Sambungkan dengan kabel charge 
3. Selama pengisian daya lampu merah akan nyala berkelap kelip. 4. Pengisian daya butuh waktu sekitar 2 jam. Setelah pengisian daya full / penuh, lampu akan mati secara otomatis. 
5. Sekarang Hydrogen Water Bottle bisa dioperasikan kembali. 

Untuk 1 kali pengisian daya/Charge penuh, Hydrogen Water Bottle bisa digunakan utk 10 kali proses hidrolisis pembuatan air hidrogen. 

Kekuatan daya baterai saat pengoperasian: Lampu warna-warni merah menyala menunjukkan daya baterai masih penuh. Lampu merah berkedip-kedip menunjukkan daya baterai mulai lemah. 

Lampu mati, saatnya untuk pengisian daya baterai kembali Hal-hal lain yang perlu diperhatikan : 
1. Hindarkan alat dari peralatan panas seperti; teko listrik, mikrowave, oven , penanak nasi , dll. 
2. Simpan produk di tempat kering dan hindari dari cahaya matahari langsung. 
3. Tidak memasukkan minuman selain air putih. 
4. Tidak membongkar bagian bawah botol. 
5. Saat alat aktif dan mengeluarkan gelembung, bisa jadi karena adanya kotoran pada bagian bawah botol. Lakukan perawatan khusus dengan cuka/asam sitrat. 
6. Alat hanya boleh diaktifkan jika sudah terisi air minum. 
7. Alat akan bekerja normal pada suhu 5-45 derajat celcius. 
8. Alat jangan terendam. 

Info dan pemesanan :
WA 081915197153 
atau klik link berikut ini :
https://moocensusan.kkd.id/product/kk-hydrogen-water-bottle
Read More