Laman

  • HOME
  • LOMBA BLOG
  • ARTIKEL
  • TUTORIAL
  • JUAL SUPERGREENFOOD

Bakso Cinta

Moocen Susan | Kamis, Juli 10, 2014 | Be the first to comment!
   Ini sama sekali bukan judul yang menggembirakan. Kalau inget kejadian ini sebenarnya agak merasa gimana gitu. 


   Jadi ceritanya aku tuh punya teman sekolah sebut saja namanya Maya (bkn nama sebernarnya). Si Maya ini punya pacar namanya Adi. Mereka pacaran sejak masuk SMP. Pas aku main ke rumah Maya dia mintol (minta tolong) padaku buat ngerjain cowoknya lewat telepon. Dia pengen ngetes kesetiaan cinta Adi padanya. Jaman dulu pas belum punya HP pakainya telepon koin di Telkom. Aku dan Maya naik sepeda ke kantor Telkom. 

   Entah kenapa aku mau aja dimintai tolong sama Maya. Ya waktu itu aku mikirnya buat temen kenapa enggak. Aku juga penasaran juga seberapa dalamnya si cinta Adi buat Maya. Mulai deh, aku ngerjain si Adi ini. Dengan pura-pura ngajak kenalan + godain si Adi. Eh ternyata jauh dari dugaanku ternyata si Adi ini tipe cowok setia. Dia marah waktu aku telepon mungkin dia ga sembarangan mau kenalan sama orang asing. 

   Udah kenyang dimaki maki sama si Adi ini perasaanku jadi ga enak. Eh si Maya malah tertawa terbahak-bahak. Mungkin dia udah puas kali ya karena udah yakin si Adi ini setia banget sama dia. Dan untuk mengobati rasa beteku habis kena semprot Adi, si Maya nraktir aku bakso. 

   Konyol banget deh aku waktu itu demi semangkuk bakso rela dimaki maki cowok. Sampai sekarang kalau lihat bakso jadi inget deritaku dimaki-maki cowok. Tapi setidaknya aku cukup salut sama kisah cinta dan kesetiaan Adi dan Maya ini. Sekarang mereka sudah menikah dan mempunyai 2 anak perempuan sedangkan mak comblangnya tetep aja masih dalam pencarian jati diri sambil mikir, “Aku ini tulang rusuknya siapa ya? Kok ga ada yang nyari… ?”:O

Me and My Father

Moocen Susan | Rabu, Juli 09, 2014 | 12 Comments so far
   Hai, hari ini aku pengen upload foto-fotoku bersama bapakku. He is so special for me. Oleh sebab itu aku sering nulis tentang bapakku di blog ini :) 

   Tinggal bersama orangtua tunggal yang sudah lansia membuatku belajar menjadi lebih perhatian. Sudah seperti punya baby. Memperhatikan makannya, minum obatnya, dan perubahan emosinya. After all, aku sangat bangga dan bersyukur punya bapak seperti beliau.
dalam perjalanan berobat keluar kota naik travel
waktu antri dokter di rumah sakit dari jam 8 pagi-5 sore

waktu duduk di emper toko orang pas capek jalan-jalan di Semarang

waktu nunggu bapakku antri rontgen di RS

waktu nemeni bapakku opname di RS luar kota

 

KasihNya Cukup Buatku So Special

Moocen Susan | Selasa, Juli 08, 2014 | | 14 Comments so far
   
Inga' inga' jangan minder! Sekalipun ga ada yang sayang setidaknya pandaku & Tuhan sayang padaku :P

   
    Aku paling doyan kalau disuruh foto selfie atau narsis terus diupload di facebook, meski mukaku bukan kriteria foto model. Dengan seringnya foto selfie itu adalah wujud rasa syukurku kepada Tuhan karena sudah diberikan wajah seperti ini. 

   Menurutku tiap orang diciptakan Tuhan dengan tujuan yang berbeda tapi tetep dengan maksud yang baik. Sejelek-jeleknya muka orang kalau dia tersenyum akan tampak cakep di kamera. Kecuali kalau gambarnya ngeblur akibat ga pake tongsis motretnya hahahaha. 

   Dengan kamera hp satu-satunya yang kupunya berukuran gambar maksimal 640x480 px, tapi lumayanlah buat bernarsis ria. Inget ya NARSIS bukan RASIS! Jangan salah ketik hurufnya ntar berabe…hehe. 

   Aku ga pernah protes sama Tuhan dikasih muka model begini karena KasihNYA cukup buatku jadi so special. Aku sangat menentang rasa minder karena minder itu ga bagus buat dipiara. Pede Aja lagi! Karena yang pasti I am special and so you are. 


Photo ini diikutsertakan dalam 

Komik MTGW

Moocen Susan | Minggu, Juli 06, 2014 | 4 Comments so far
Iseng-iseng bikin komik tentang Mario Teguh Golden Ways. diposting di blog aja ya hihi..: 




Peran Blogger Atasi Stigma Negatif dan Diskriminasi Pasien TB

Moocen Susan | Minggu, Juli 06, 2014 | Be the first to comment!
   Terkadang saat kita diberi kesehatan dan melihat ada seseorang yang sakit apalagi tidak sembuh-sembuh membuat kita memiliki stigma negatif pada orang tersebut. Kadang kita juga berpikir “Sakit kok aneh gitu sih? Kayak diguna-guna/ disantet, dll” 


    Kita jadi takut mendekat atau bergaul dengan orang itu karena takut ketularan penyakitnya. 

   Munculnya stigma/ pandangan dan pemahaman yang salah kaprah terhadap sesuatu hal akan membuat penderita merasa terdiskriminasi. Demikian juga stigma negatif terhadap pasien TB, diantaranya yaitu : 

1. Ada yang bilang TB itu penyakit keturunan. Benarkah itu? Hanya karena jika dalam satu keluarga kena TB semua lalu dibilang TB penyakit keturunan? Itu tidak benar. Logikanya seperti ini: TB itu kan memang bisa menular, apalagi penularannya cepet banget yaitu melalui udara, bersin, dahak penderita yang terpercik saat ia batuk. 

   Nah, kuman TB itu dihirup oleh orang terdekat dengan penderita. Sedangkan hubungan yang terdekat kan di rumah/ dalam satu keluarga. Jadi wajar apabila dalam satu keluarga mudah ketularan TB. 

   Solusinya, anggota keluarga yang masih sehat harus tetap menjaga kesehatannya dengan makan makanan yang bergizi agar daya tahan tubuhnya kuat. Selain itu wajib menjaga kebersihan lingkungan rumah dengan memiliki ventilasi udara ruangan yang baik. 

   Sedangkan untuk penderitanya agar memakai masker atau menutup mulut saat batuk, membuang dahak pada tempat yang tepat, dan minum obat secara rutin dan tuntas agar cepat sembuh. Kesabaran dan kemauan yang kuat serta dorongan dari keluarga akan mempercepat proses penyembuhan. 

2. TB itu penyakit karena diguna-guna atau kutukan? Oh tentu tidak! 

   Kok bisa sih orang mikir TB itu karena kena guna-guna atau dikutuk? Ya, mungkin mereka berpikir begitu karena kadang kan pasien TB sering batuk-batuk dan muntah darah tiba-tiba sehingga penderitanya akan dikucilkan/ didiskriminasi karena dikira pernah melakukan kesalahan di masa lalu yang menyimpang. 

   Logikanya : batuk darah yang dialami penderita TB itu karena pembuluh darah dalam paru-parunya itu pecah akibat infeksi kuman TB saat dia batuk. 

   Kembali lagi solusinya adalah minum OAT secara rutin dan tuntas agar cepat sembuh. 

3. TB tidak bisa disembuhkan? Siapa bilang? 
 
   Memang, TB merupakan penyakit pembunuh nomor 1 diantara penyakit menular lainnya karena pasien TB yang tidak segera terdeteksi dan mendapat pelayanan kesehatan yang tepat serta tuntas bisa meninggal dunia. 

   Sebaliknya, jika pasien TB segera memeriksakan diri ke dokter dan mau minum obat dengan rutin dan tuntas pasti bisa sembuh. Hanya butuh waktu 6 bulan saja buat rajin minum obat. 

   So, yang sabar ya bagi penderita TB. Soalnya kalau tidak rutin minum obat akan menjadi kebal obat atau istilah medisnya MDR TB (multidrug resistance tuberculosis) yang mana butuh waktu lebih lama lagi (sekitar 2 tahun) untuk proses penyembuhannya. Bukti nyata TB bisa disembuhkan bisa dilihat di video berikut ini :


   Sebagai blogger, sangatlah tepat apabila kita menuliskan banyak konten tentang TB untuk mengedukasi khalayak yang belum paham benar tentang TB. Sehingga akan meminimalisir stigma negatif dan diskriminasi tentang pasien TB itu sendiri. 

   Jika orang sudah paham tentang TB, penyebab, dampak, dan cara menyembuhkannya tentu tak ada lagi stigma negatif dan diskriminasi yang merajalela di muka bumi ini disamping itu motivasi kepada para penderita TB akan membuat mereka lekas sembuh dan hal itu tentu saja berdampak positif dengan berkurangnya angka kematian akibat TB. 

   Yuk guys, jangan kucilkan lagi pasien TB sebaliknya rangkul dan beri motivasi agar mereka lekas sembuh dengan membaca artikel yang kita tulis. Oya, bagi teman-teman yang belum membaca serial 1-7 di postingan saya bisa membacanya disini :







Seri 7 : Masyarakat Peduli TB

Sumber referensi: 
http://www.tbindonesia.or.id/ 
http://www.lkc.or.id/ 

Cara Membayar Iuran BPJS lewat ATM BRI

Moocen Susan | Jumat, Juli 04, 2014 | 31 Comments so far
   Hari ini rencananya aku mau bayar iuran BPJS ke Bank. Tadinya aku nggak tahu kalau ternyata iuran BPJS bisa dibayarkan lewat ATM. Udah ngisi slip setoran + antri lama di bank, eh ternyata kata mbak kasirnya disuruh nunggu lagi karena bukanya aplikasinya lama lewat komputer. So, akhirnya aku disuruh bayar lewat ATM aja dibantu pak security. 
Begini caranya : 
  1. Masukan kartu ATM BRI 
  2. Ketik nomor PIN Anda 
  3. Pilih TRANSAKSI LAIN 
  4. Pilih PEMBAYARAN 
  5. Pilih LAINNYA 
  6. Pilih BRIVA 
  7. Pilih BPJS KESEHATAN 
  8. Ketik nomor virtual account Anda 
  9. Ketik nominal premi/ iuran Anda sesuai kelas. Kelas 1: Rp.59.500,- Kelas 2 : Rp. 42.500,-Kelas 3 : Rp. 25.500,- 
  10. Ambil kartu ATM anda kembali beserta slip bukti pembayaran briva. 
mudah sekali kan? cepet pula ga perlu antri lama di bank... :D. Oya, bayar iuran BPJS nya jangan lebih dari tanggal 10 tiap bulannya biar ga kena denda.