Laman

  • HOME
  • LOMBA BLOG
  • ARTIKEL
  • TUTORIAL
  • ORDER DESIGN
  • ABOUT ME
  • JUAL KEFIR
JASA DESIGN BLOG KHUSUS BLOGSPOT & JUAL PRODUK KEFIR

Mengurus Surat-surat Berobat

Agustinadian Susanti | Sabtu, Juni 07, 2014 |
   Entah mengapa masalah pengobatan bapakku ini rumit sekali. Sering mengalami penundaan dan kegagalan. Masalah kurang hasil lab, surat yang kurang lengkap, salah tulis nama dokter di surat rujukannya, belum punya kartu BPJS, dan rasanya benar-benar butuh perhatian ekstra memperkirakan tanggal kadaluwarsa surat rujukan puskesmas juga yang hanya sebulan. 

   Jadi biar ga bolak balik semua butuh persiapan dan aku adalah orang yang selalu melakukan persiapan. Meski sudah sedetil itu melakukan persiapannya ada aja gagalnya. Nah lho, jadi segala sesuatu butuh pimpinan Tuhan juga. Hari ini aku tiba-tiba digerakkan Tuhan untuk membuka website rumah sakit yang akan kukunjungi untuk mencari informasi disana. Untungnya ada dan komplit, padahal tadinya mau telepon ke bagian informasinya. 

   Dari website nya aku tahu bahwa ada surat yang kurang lengkap untuk proses pendaftaran pasiennya yaitu surat rujukan dari rumah sakit setempat. Kenapa ga terpikir dari kemarin ya? Pas di Solo kan juga perlu surat ini, jadi rencananya aku kembali ke RSU untuk meminta surat rujukan lagi ke Semarang + benerin nama dokternya yang salah. Surat rujukan puskesmas masih berlaku jadi ga perlu ke puskesmas lagi. Senin mengurus BPJS ke kantornya.

   Dan kemudahan berikutnya adalah untungnya dokternya ini fast respon kalau kuemail, jadi aku cukup terbantu. Dari emailnya aku tahu kalau beliau tidak ada di tempat minggu ini. So, aku ga kecelik. Semua aku perkirakan dengan matang, mikir transportasi, mikir kesehatanku juga, mikir dana juga karena kami dirujuknya ke dokter swasta agar tidak ribet. Beneran aku agak keki soal dahaknya bapakku yang ga bisa keluar sedangkan kalau mau periksa di umum harus pake dahak dulu. 

   Prosedur oh prosedur kenapa ga ada dispensasi sama sekali. Seharusnya kalau dahaknya emang diapa-apain ga bisa keluar ya apa ga cukup foto rontgen aja bahkan kalau mau lebih jelasnya bisa di CT Scan. Mungkin emang harus begini ya okelah diikuti aja apa maunya. Sory agak emosi karena aku mencemaskan sekali kondisi bapakku.

4 komentar:

  1. Begitulah prosedurnya mbak... Dokter yang baik harus mendiagnosis dengan penunjang pemeriksaan yg tepat. Hehehe. Kalau kataku sih... Kebenarannya bisa ditanyakan ahlinya, saya mah cuma perekam medis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas saya setuju dengan hal itu, namun masalahnya dahaknya tdk bs keluar. sama sekali, kalau dipaksakan yang keluar malah air liur. brati kan harus ada tindakan / solusi lainnya tdk lantas menunggu hasilnya harus + baru diobati. yang hasilnya (-) pun juga butuh diobati, apalagi hasil rontgennya positif ada masalah di parunya.

      Hapus
  2. sabar mak, begitulah prosedur, harus dari sini ke sana kemudian kesitu, belu m kalo salah jadi harus balik lagi, pernah ngerasain juga. semoga bapak cepet sembuh ya. aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya mak, kalau masalah ngurus suratnya masih bisa diatasi :)

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tuliskan komentar Anda di bawah ini. Komentar Anda sangat bermanfaat dan sangat saya hargai atau jika ada pertanyaan silakan tinggalkan pesan di livechat saya (sidebar kiri bawah)
Perhatian: saya akan menghapus otomatis komentar yang ada link hidupnya :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...