Laman

  • HOME
  • LOMBA BLOG
  • ARTIKEL
  • TUTORIAL
  • JUAL SUPERGREENFOOD

KISAH DIBALIK PEMBONGKARAN RUMAH

Moocen Susan | Minggu, April 05, 2026 |

Rencana untuk bongkar bangunan rumah kami sudah kami rancang beberapa bulan sebelumnya. Setelah mencari pemborong mandor maupun tukang akhirnya ketemulah kami dengan seorang mandor melalui saran seseorang.

Mandor itu sangat aktif chat dan terlihat bersemangat. 

Sebelum hari H proses pembongkaran dia sempat jarang chat, kupikir ya mungkin menunggu sampai waktunya survey buat nentuin harga. Dia bilang kalau bongkarnya bukan patokan per meter harganya tapi tingkat kesulitannya. Dan harus masuk ke dalam rumah biar tahu tingkat kesulitannya. 

Mendekati hari H, dia chat kalau anaknya sakit jadi ga bisa balas pesanku yang terakhir soal desain pagar.

Aku pulang kampung tanggal 22 Maret 2026, sudah bayar kos buat 2 minggu. Keesokan harinya Dia datang bersama seorang tukang ke rumah yang akan kubongkar.

Saat survey dia ga banyak bicara tentang apa yang harus dikerjakan saat bongkar bangunan,  tapi dia malah cerita kehidupan pribadinya. Yang janggal disini, tukangnya pulang duluan karena ada perlu. Urusan bongkar belum selesai dia udah pulang duluan, tinggal mandornya yang lebih banyak curhat masalah pribadi daripada bahas bongkar. Lalu dia tanya ini bukan rumah sengketa kan? ya jelas bukanlah. Dan waktu aku ajak masuk lewat pagar, niatnya mau aku ajak masuk ke dalam rumah sesuai dengan permintaannya buat liat tingkat kesulitan pembongkaran dia cuma bilang udah dari sini aja keliatan kok. 🥴 kenapa ga dari dulu surveynya kalo bisa liat dari luar?


Oya Sebelum tukangnya ijin pulang duluan, Karena kunci pintu rumahku agak sulit dibuka lalu aku minta tolong buat bukain kunci gembok pintu rumah tapi dia suruh tukangnya yang bukain. 

Suamiku bercandain dia, nanti kalo bisa jangan mahal-mahal ya. Dia mengangguk angguk aja. Biasanya dia terima proyek gede jd mungkin pas terima orderanku yg simple dan lbh murah barangkali buat dia kurang minat.

Setelah dia pulang, sore harinya dia chat aku tanya desain pagar lagi. aku pikir apa chatku udah dihapus sama dia kok minta gambar pagar lagi? 

Ga ada 5 menit dari aku kirim desain, dia telepon kalau dia minta maaf ga bisa nerusin kerjaannya bongkar rumahku. Dia dan tukangnya juga ga bisa. katanya mandor itu baru aja kecelakaan di depan gereja.  

Jujur aku shock, bingung cemas karena mendadak banget serasa ga percaya.  akhirnya, suamiku telepon tukangnya, menanyakan keadaan mandore. Anehnya si tukang kongkalikong sama mandor. Boong banget dia bilang kalau si mandor masih tak sadarkan diri di IGD dan malam ini segera dipindahkan ke RS Solo karena patah tulang, mana ada gitu, cepet amat pindah rumah sakit? 

wong baru beberapa menit lalu mandor telepon kok  dan suara backsound di belakang bukan suasana IGD rumah sakit tapi suara anak kecil di rumah.

Dia bilang kecelakaan di depan gereja, adiku dan suamiku penasaran akhirnya ditanyakan ke tukang parkir di depan gereja yang dimaksud. Dan memang katanya tadi ada kecelakaan disitu. akhirnya adik dan suamiku percaya tapi aku tidak. 

bisa saja dia ngepasin cerita soal kecelakaan. Karena cemas juga niatnya kami mau jenguk tapi sebelum itu aku telpon ke IGD RS yang dimaksud. memang ada kecelakaan tapi namanya bukan nama mandorku dan umurnya masih 18 tahun sedangkan mandorku umurnya 40 an tahun.

Fix boong banget dan aku merasa dibohongi tapi itu ga penting sekarang aku harus cari tukang pengganti dalam waktu 1x24 jam karena waktu libur kami mepet dan udah terlanjur bayar kos.

Dalam cemasku aku ingat bahwa aku harus berdoa dan mengandalkan TUHAN, entah mengapa hatiku lama lama jadi lebih tenang. semua karena TUHAN, mungkin ini cara penyelamatan TUHAN padaku dari mandor yang tidak amanah.

keesokan harinya aku ke kantor PLN untuk bongkar rampung listrik, setelah itu baru cari tukang pengganti, aku mau tanya ke temanku, tapi adikku mengajakku ke makam ortuku dulu. 

Berhubung teman yang mau kutemui belum datang ke tokonya jadi aku ikut saran adiku buat ziarah ke makam ortu dulu.

Sampai disana ada tukang jaga & bersih2 makam, adiku tanya2 soal tukang yang bisa bantu kami bongkar rumah. Ternyata penjaga makam itu sendiri adalah tukang dan selesai bersihin makam ortuku kami bawa penjaga makam itu ke rumah dan dia bilang dia punya banyak teman tukang yanh bisa diajak kerjakan pembongkaran rumah kami besok. 


Puji Tuhan banget, singkat cerita proses pembongkaran bangunan rumah kami selesai dalam waktu 10 hari dan menariknya salah satu tukang tsb sangat trampil dan bisa bikin pagar sendiri.

Andai kata kami pake mandor ghosting itu mungkin biayanya lebih banyak. Ini mungkin cara Tuhan buat menyelamatkan kami dari orang yang tidak amanah.

Bangunan sudah roboh, tinggal jual tanahnya.semoga cepat laku dan bertemu dengan buyer serius pilihan Tuhan.

Aku tidak mendendam dan aku ngampuni mandor ghosting itu, mungkin dia punya alasan pribadi yang tidak bisa disampaikan padaku, semoga saja tidak terjadi seperti yang dia katakan sbg alasan tentang kecelakaan tsb.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tuliskan komentar Anda di bawah ini. Komentar Anda sangat bermanfaat dan sangat saya hargai atau jika ada pertanyaan silakan tinggalkan pesan di livechat saya (sidebar kiri bawah)
Perhatian: saya akan menghapus otomatis komentar yang ada link hidupnya :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...