Laman

  • HOME
  • LOMBA BLOG
  • ARTIKEL
  • TUTORIAL
  • JUAL SUPERGREENFOOD

Cara Memperpanjang SIM C

Moocen Susan | Jumat, September 09, 2022 | 2 Comments so far

Kemarin aku ikut suamiku perpanjangan SIM C, biar tahu prosedurnya apa saja sekalian aku juga mau ke Bank buat perpanjangan kartu ATM yang mau expired.


Sebenarnya masa berlaku SIM C suamiku masih kurang beberapa hari lagi tapi karena takut telat atau lupa perpanjangan jadi maju tanggal urusnya dan itu berdampak pada majunya tanggal berlaku juga. Misalnya jatuh tempo tanggal 20 September 2022 tapi karena ngurusnya itu 8 September 2022 jadi masa berlakunya jadi 8 September 2027.

Setelah sampai di Lokasi SIM Keliling, suamiku menuju loket pendaftaran dan menyerahkan KTP dan SIM C Asli. Lalu disuruh menunggu panggilan.


 

Setelah tiba giliran dipanggil, petugas memberikan formulir dan suamiku membayar Rp.2000,- lalu menuju ke tempat psikotest.


 

Setelah lembar jawaban diisi kemudian diserahkan ke petugas psikotest dan suamiku menuju ke tempat cek kesehatan sambil menyerahkan form dari tempat psikotest tadi.

Suamiku ditensi dan dites buta warna, setelah itu menyerahkan form dari tempat cek kesehatan menuju ke loket pembayaran dan membayar biaya Rp.210.000,-

Kemudian menunggu antrian lagi di dekat mobil samsat untuk pas foto, sidik jari dan tanda tangan. Setelah itu SIM C yang baru dicetak.


Di depan bus SIM Keliling ada jasa bikin antigores kartu SIM dan membayar 5000. (tapi ini opsional)

Jadi total biaya untuk urus SIM C sendiri per taun ini 2022 yaitu : Rp.214.000 lah sama parkir. hehe....

Akhirnya Fisioterapi

Moocen Susan | Rabu, Agustus 24, 2022 | Be the first to comment!

Akhirnya aku kembali ke rumah sakit tapi kali ini di gedung rehabilitasi medik untuk fisioterapi. Karena baru pertama kali fisioterapi aku berangkat pagi dari rumah, padahal jadwale siang. 

Sampai di sana, aku daftar ulang membawa berkas surat rujukan dari faskes 1 dan 2 dokter spesialis (penyakit dalam dan saraf). Petugas memberikanku kertas warna kuning (lembar hasil rekomendasi terapi prosedur kedokteran fisik dan rehabilitasi) lalu bilang kalau sudah dijadwal siang, sebaiknya datangnya siang juga. Rumah sakit ini memang kuakui cukup disiplin.

Ok, akhirnya aku pun menunggu dan ternyata jam 11 aku lapar jadi makan nasi goreng dekat rumah sakit. Tepat di waktu fisioterapi aku kembali masuk ke ruangan. Perawat memanggilku untuk masuk ke kamar terapi. Ada banyak sekali kamar terapi di sana.

Kaki kananku rasanya panas setelah aku makan nasi goreng. Aku pun bilang kepada perawat kalau kakiku panas, lalu aku disuruh berbaring lalu perawat mengangkat kakiku tekuk sana sini dan kakiku dipasangi alat seperti di bawah ini, rasanya nyes adem berasa dikompres dan ada rasa digelitikin.


fisioterapi

Setelah dilepas alatnya di kaki, panasnya balik lagi. Mungkin karena baru sekali terapi. Kemudian ganti punggungku disinari pake infra red. Rasanya hangat sampai ngantuk aku, tak terasa udah sejam aku diterapi. 

Lalu aku diminta menunggu lagi untuk ketemu dokter. Dan dokter baru datang setengah jam kemudian. 

Begitu dokter datang aku langsung laporan berbagai keluhanku, tapi anehnya dokter tersebut menulis keluhanku nyeri pinggang di komputer padahal jelas-jelas aku sakit kaki kanan. Pinggangku ga pernah nyeri.

Jujur aku agak gemes sih, aku sampai menegaskan lagi apa aku kena DVT? Dokternya bilang nggak. dia bilang DVT itu ga pindah-pindah keluhannya dan kakiku katanya tidak keras dan merah.  Lalu apa ? Dia cuma bilang ya kita lihat nanti 6x terapi lagi ya.

Dia tanya aktivitasku apa, aku memang jarang olga dan kelamaan jongkok. sarannya ya harus sering gerak misal jalan kaki. Makan jangan yang goreng-goreng. Tapi kalau goreng sih menurutku masih bisa toleransi asal minyake dikit (buat numis bumbu) - masak dw.  tapi kalau ndog kui memang sedikit aja langsung panas kakiku. Tak titeni iku.

Karena aku ga puas dengan jawaban dokter, ya akhirnya aku ga lanjut fisioterapi lagi. Jauh pula dari rumahku. Akhirnya aku mengatasi sendiri rasa panas di kakiku dengan menjaga makan, banyak jalan kaki. 

Setelah aku jaga makan, masak sendiri makananku lumayan kacek, aku jarang merasa panas di kaki. tapi kalau kecentok ndog mulai datang tuh panas dan pegal di paha kanan, kadang sampe kaki kanan depan dekat tulang kering. Rasane kayak ada pembekuan darah di pembuluh darah.

Oya aku juga sering banget bikin ramuan kunyit dan jeruk nipis. Caranya kunyit diparut terus dikasih air hangat baru dikasih jeruk nipis. kadang kucampur jahe. Kadang juga bikin jus wortel marut dw.

Ya intinya selama aku bisa mengurangi pemicunya maka rasa panas di kaki akan teratasi.

Mujizat Tuhan di Hari Ulang Tahunku yang ke-40

Moocen Susan | Kamis, Agustus 18, 2022 | Be the first to comment!

Bulan ini pengeluaran lagi banyak-banyaknya. Uang kepakai untuk cek darah dan USG. Sekarang mulai masak sendiri biar irit karena masih bantu suami bayar cicilan KPR. 

Pagi ini, aku bangun lebih pagi dan mulai beraktivitas, belanja di pasar karena tukang sayur langgananku tutup. Pas kubuka uang di dompet tinggal sedikit sedangkan gajian masih seminggu lagi.

Sampai di rumah, aku minum jamu kunyit jeruk nipis lumayan mengganjal perut dan mulai food prep. Cucian lagi kurendam dan kulihat pantat frying pan granitku ada noda bekas minyak.

Aku mau beli baking soda buat bersihin, tapi kulihat lagi dompetku kok ga cukup. Akhirnya aku tutup lagi dompetku dan mulai buka email dan WA- aktivitasku sehari-hari di dunia online. 

Ada beberapa teman di grup yang mengucapkan selamat ulang tahun dan ada WA dari adikku : "Selamat ulang tahun mbak. Semoga selalu sehat dan diberkati.  🥳🥳🥳🥳🥳
Mohon cek rekening bca Anda


Sontak aku terkejut dan buka rekening BCA ku. Wow Puji Tuhan, Uang kiriman adikku cukup buat makan seminggu. Penyertaan Tuhan memang luar biasa. 

Aku bisa beli baking soda buat bersihin pantat frying pan. Thanks Tuhan melalui adikku.

Salah Diagnosa, Kaki Kanan Sering Panas dan Pegal

Moocen Susan | Kamis, Agustus 11, 2022 | Be the first to comment!

Masih seputar perkakian, Setelah aku cek lab yang meliputi HbA1C, asam urat, kolesterol, trigliserid, HDL, LDL. ECG nampak bahwa semua normal kecuali kolesterolku yang tinggi.

Dan karena ada keluhan rasa tidak nyaman (panas, pegal, kadang nyeri ) di area paha, betis, kaki kanan kadang punggung kanan belakang bawah diatas pinggang, akhirnya aku periksa ke faskes 1 dan dokter mendiagnosa Fibromyalgia. 

 

Lalu aku dirujuk ke Spesialis Penyakit Dalam di RS. Sampai di sana, dokter mendiagnosa aku kena neuropati dan aku disarankan untuk rontgen lumbosacral (salah satu pemeriksaan rontgen pada tulang belakang tepatnya pada bagian lumbalis dan sakrum) karena dikiranya ada saraf kejepit. Tapi ternyata hasil rontgenku normal.


 

tapi karena keluhan masih ada, lalu dokter merujuk ke poli saraf. Sampai di poli saraf aku merasa konsultasinya kurang maksimal, karena dokternya mengantuk. Jadi dokter koasnya yang memeriksaku, setelah kutanya aku kenapa? Dokter bilang belum pasti kenapanya. diagnosa sementara adalah Low Back Pain (LBP). Karena aku juga coba cari-cari artikel dan mendengarkan penjelasan dokter lain di Youtube, tentang gejala yang kualami ini kok mengarahnya ke DVT (deep vein thrombosis) lalu aku coba bertanya, apa mungkin aku kena DVT? Tapi dokter bilang bukan. Lalu apa karena kolesterol? Dokter bilang ah kolesterolnya ga tinggi-tinggi amat kok. Dan saran dokter aku dirujuk lagi untuk Fisioterapi minggu depan.

Jujur aku ga puas dengan hasil diagnosa dokter spesialis tsb. Sempat pengen cari second opinion, seharusnya kalau kena DVT kan dirujuknya ke spesialis bedah bukan ke saraf.

Yang aku ingat aku dulu sering banget jongkok kelamaan, jadi sambil BAB nyuci baju. karena dulu waktu masih di kontrakan, toiletku itu toilet jongkok. Aku juga jarang olga. Makan sering yang goreng-goreng, aku udah lama stop makan telur, tapi begitu makan telur wew nyeri pegel di area kaki kanan berasa banget. udah ga cuma malam tapi setiap habis makan rasanya kaki itu panas. Tapi cuma kaki kanan aja. 

Abis rontgen kemarin, disuruh menghadap ke kiri padahal yang sakit kaki kanan, walau dokter bilang sama aja, aku masih kepengen rontgen ulang hadap kanan. nah pas hadap kiri sambil tangan diangkat ke atas dan kedua kaki nekuk ke belakang, pegel yang di kaki kanan itu pindah ke punggung, rasane pengen dipijet dengan keras.


Lalu, kalau aku tidur terlentang tanpa bantal, beberapa menit kemudian sesak napas. Kalau udah gitu aku langsung bangun dan tarik napas.

Pokoke nek tak inget-inget, setiap aku makan telur, krupuk, atau makanan yang berlemak, terlalu manis/asin ya kumat lagi. Tapi begitu aku makan yang kecut-kecut atau pedas, pegelnya hilang. 

Sementara ini yang bisa kulakukan adalah jaga makan, kurangi atau hindari gorengan dan perbanyak minum air putih serta olahraga jalan kaki. 


Apa ada diantara kalian yang pernah sakit DVT?

komen di bawah ya....


Cara Mengetahui Berapa Ukuran Gambar di Sebuah Blog/ Website

Moocen Susan | Jumat, Agustus 05, 2022 | 1 Comment so far

Hi Moosufans. Tutorial lagi yuk.

Bagaimana sih cara mengetahui ukuran gambar yang muncul di sebuah blog / website, sebagai contoh ada 2 gambar di bawah ini.


 

  dan

Gambar 2

Berapa ukuran gambar 1 dan gambar 2?

Caranya yaitu :
 1. Arahkan mouse Anda ke gambar 1 lalu klik kanan - klik Open Image in New Tab


2. Pada jendela baru klik kanan lagi di gambarnya lalu klik : INSPECT ACCESIBILITY PROPERTIES


3. Setelah itu arahkan mouse Anda ke bawah dan perhatikan keterangannya di bagian NAME


 

"laptop 1.jpg (JPEG Image, 640x342 pixels)"

Jadi dengan demikian, ukuran gambar 1 yaitu 640x342 px.

Sudah pahamkah? Kalau gitu coba hitung berapa ukuran gambar 2? Komen di bawah ya...


Semoga membantu.

ADAPTASI DI TEMPAT BARU

Moocen Susan | Rabu, Agustus 03, 2022 | Be the first to comment!

Pagiku terasa berbeda dari biasanya. Biasanya jam 7 baru bangun tidur, sekarang jadi lebih rajin. Di tempat baru ini aku masih belajar beradaptasi. Aku mulai membiasakan diri naik motor sendiri dan tidak menggantungkan delivery food by ojol.

Disini ga ada sopiput tapi ada goput, grabput dan maximput. Tapi banyak warung makan yang dekat. Tapi meski dekat butuh effort buat naik motor sendiri pagi-pagi. 

Meski ada suami, aku belajar buat mandiri. Aku jadi rajin menyapu dan mengepel rumah, tidak seperti saat masih ngontrak rumah.

Jujur, menu makanan yang di daerah kontrakanku dulu lebih enak dan beragam, kalau disini masih agak sulit cari. Mungkin karena aku baru dan belum tau tempat makan yang cocok jadi semua masih coba-coba.

Masak sendiri? Ya itu baru rencana, kepepet baru masak. Sebenarnya aku bisa masak, karena dulu waktu aku sakit asam lambung, aku masak sendiri makananku. Tapi setelah sembuh dari asam lambung, aku jadi kayak dendam gitu, pengen cobain makanan yang dijual di aplikasi pemesanan makanan. eh keterusan....

Akibatnya jadi malas masak, bukan malas masaknya sih tapi malas belanjanya. Bangun pagi dalam keadaan lapar terus ke pasar itu rasanya ga ada energi. 

Memang sih kalau diitung-itung masak sendiri lebih hemat dan sehat. Sehatnya setuju, kalau hematnya kurasa netral. Aku makan ga neko-neko. Suamiku kalau pagi juga ga mau makan, dia makannya siang di kantor. Jadi kalau kami makan berdua cuma malam aja. Pagi dia cuma mau minum jeniper. Aku juga sekarang jadi ikut-ikutan minum jeniper.

Di sini rata-rata individualis. Tetangga kanan kiri baik tapi ya jaga jarak. Bagus sih jadi ga ada tuh gosip gosip tetangga. Aku nyaman banget di sini. Terkadang masih keinget rumahku di kampung yang masih belum laku terjual jadi sedih.

Aku menyibukkan diri dengan beberes rumah, 3 hari kami beres-beres bareng kayak belum kelar-kelar juga. Suamiku sih ga terlalu banyak menuntut. Di sini yang kupikirkan adalah hari ini mau makan apa? Entah kenapa aku selalu mikirin makan mulu.

2 tahun pertama ini benar-benar harus irit, karena aku mau nabung buat bantuin suami bayar KPR rumah. 

Tulisanku agak random ya, aku masih bingung mau bikin apa lagi untuk menambah income.