Laman

  • HOME
  • LOMBA BLOG
  • ARTIKEL
  • TUTORIAL
  • ORDER DESIGN
  • ABOUT ME
  • JUAL KEFIR
JASA DESIGN BLOG KHUSUS BLOGSPOT & JUAL PRODUK KEFIR

Hanya Oleh AnugrahNya

Moocen Susan | Senin, Juni 15, 2015 |
   Namanya Bob, usianya 60 tahun. Ia adalah seorang pekerja serabutan yang hidup pas-pasan dengan Jane, putri semata wayangnya yang berusia 5 tahun. Istrinya meninggal saat melahirkan Jane. 

   Sebagai orangtua tunggal, Bob adalah ayah dan sekaligus ibu yang sangat sayang pada Jane. Setiap hari sebelum berangkat bekerja, Bob bangun lebih awal untuk menyiapkan semua kebutuhan Jane. Dari membuatkan sarapan dan bekal Jane ke sekolah,dan antar jemput setiap pulang sekolah. Ketika malam hari, Bob menina bobokan Jane dengan mendongeng atau ngobrol ringan sesekali bercanda. 

   Suatu malam, Bob bertanya kepada Jane, “Nak, kamu ingin minta apa?” 
   
   Sebagai seorang anak perempuan biasa Jane ingin punya boneka. Ya, boneka yang dilihatnya setiap dia lewat saat berangkat ke sekolah. 

   Ketika mendengar permintaan anaknya itu, ia hanya menganggukkan kepala dan berkata, “Ok, suatu saat kamu pasti punya boneka seperti teman-temanmu. Berdoa sama Tuhan ya nak, supaya ayah bisa mendapat rejeki dan bisa membelikanmu boneka." 

   Jane merasa terhibur dan seakan ada harapan yang begitu besar. Setiap hari ia bersemangat pergi ke sekolah karena ia yakin, ayahnya pasti akan membelikannya boneka. Namun, permintaan Jane yang begitu sederhana membuat Bob kepikiran, karena gajinya hanya cukup untuk makan sehari-hari meski ia bekerja keras. 

   Bob bingung dan sedih, darimana ia mendapat uang untuk membelikan anaknya boneka. Tapi Bob lebih sedih lagi ketika melihat setiap malam Jane berdoa sambil menangis hanya untuk sebuah boneka. 

   Setiap pulang kerja, Bob melihat boneka yang diinginkan Jane terpajang di sebuah etalase mall. Ia memberanikan diri masuk dan bertanya harga boneka itu. Benar juga, ia tak mampu membelinya. Boneka itu sangat mahal bagi Bob. 

   Saat hari ulangtahun Jane yang ke 6 akan tiba, Bob memikirkan apa yang harus ia lakukan untuk membuat putrinya bahagia. Karena ia merasa tidak mampu membeli boneka itu, ia hanya mengajak Jane jalan-jalan ke mall. 

   “Ayah, ini hari ulangtahunku. Ayah tidak lupa kan?”

 “Ya nak, tentu ayah tidak lupa.” 

   “Apakah ayah akan membelikanku boneka nanti di mall?” 

    Hati Bob sangat sedih, ia bahkan tak tahu dia harus menjawab apa. Ia hanya mengangguk dan tersenyum. Dalam kepolosannya Jane hanya percaya bahwa ia pasti akan mendapat boneka itu. 

   Dengan agak ragu, Bob melangkahkan kaki masuk ke mall. Jane mulai tak sabar ingin masuk dan menarik tangan ayahnya, “Ayah, ayo kita masuk. Ayo ayah.” 

   “Ya nak, ayo kita masuk ke dalam.” 

   Jane melihat banyak sekali orang disana lalu perhatiannya tertuju kepada sebuah game show yang sedang diadakan di lantai utama mall itu. Jane kembali menarik tangan Bob. 

    MC game itu mulai menawarkan siapa yang mau ikut dalam game itu akan mendapat uang dan hadiah menarik. Karena didesak anaknya untuk ikut, Bob akhirnya mau ikut main game itu. 

   Di balik desak-desakan penonton, Jane menyemangati ayahnya. “Ayah, caiyoooo..” kata Jane sambil mengepalkan tangan mungilnya ke atas
  
   Bob menoleh sambil tersenyum dan melakukan hal yang sama. Permainanpun dimulai....

   Tapi sayang, Bob kalah dalam permainan itu. Jane tertunduk sedih dan hampir menangis. Bob merasa bersalah karena tidak memenangkan permainan itu. 

   Ketika bob hendak pulang, tiba-tiba MC tadi memanggilnya. “Pak, tunggu sebentar. Begini pak, memang anda tidak menang dalam permainan ini. Tapi bagi semua yang sudah ikut berpartisipasi dalam acara ini akan mendapat hadiah dari sponsor kami. Terimalah ini pak. “ 

   Tangan Bob bergetar, Jane pun penasaran dan ingin tahu apa isi hadiah itu. Bob dan Jane duduk di lobi dan sambil menyerahkan hadiah itu kepada Jane, Bob berkata “Nak, maafkan ayah karena tidak berhasil memenangkan game ini. Terimalah hadiah ini sebagai hadiah ulangtahunmu. Selamat ulangtahun, sayang.” 

    Jane tersenyum dan terharu mendengar ucapan ayahnya. Ia mulai membuka bungkusan besar itu dan betapa terkejutnya Jane ketika ia tahu bahwa hadiah itu berisi sebuah boneka. Ya boneka yang sama yang setiap hari dilihatnya terpajang di mall itu. Bob sangat terkejut melihatnya. Jane sangat gembira, akhirnya doanya dikabulkan Tuhan. Tepat di hari ulangtahunnya, Jane mendapat boneka yang diinginkannya tanpa membeli dengan sepeser uangpun. Mereka berdua saling berpelukan dan menangis bersama. 

From my deeping my heart - written by : moocensusan

4 komentar:

  1. Jane yang malang tentu sangat merindukan sang ibundanya yang tak pernah dia kenali.
    akhirnya kebahagiaan memang tetap hanya oleh Anugrahnya deh kan?

    BalasHapus
  2. Tuhan mendengar doa hambanya yg berusaha :)..suka ama inti ceritanya

    BalasHapus
  3. Terharu baca cerita ini. Tuhan sudah mengabulkan doa Jane dan ayahnya.

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tuliskan komentar Anda di bawah ini. Komentar Anda sangat bermanfaat dan sangat saya hargai atau jika ada pertanyaan silakan tinggalkan pesan di livechat saya (sidebar kiri bawah)
Perhatian: saya akan menghapus otomatis komentar yang ada link hidupnya :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...