Laman

  • HOME
  • LOMBA BLOG
  • ARTIKEL
  • TUTORIAL
  • JUAL SUPERGREENFOOD

Hati-Hati dengan Pikiran Anda

Moocen Susan | Rabu, Juli 24, 2013 |
Credit
Pernahkah Anda mendengar penyakit GERD? Ya, GERD singkatan dari Gastroesophageal Reflux Disease. Selain dipicu oleh pola makan dan gaya hidup yang salah, pikiran memegang peranan penting dalam memicu GERD. 

Sesuai judul diatas, betapa pentingnya menjaga hati dan pikiran, karena pusat dari diri dalam diri kita ada di kedua hal tersebut. Bagaimana tidak, orang yang tadinya sehat-sehat saja mendadak bisa menjadi sakit hanya karena terlalu banyak pikiran/stres, sedih atau shock ketika mendengar berita duka ataupun hal yang membuatnya kecewa. Seseorang yang mengalami tekanan hidup yang berat juga bisa menjadi sakit karena terus memikirkan masalah dan belum menemukan jalan keluar. Pikiran menjadi buntu, kalut, dan frustasi serta depresi. Jika sudah seperti itu nafsu makanpun hilang, jika nafsu makan hilang asam lambung meningkat, dan terjadilah sakit maag, nyeri ulu hati, dan yang lebih parah lagi adalah refluks asam dimana asam lambung naik ke kerongkongan, tenggorokan jadi berasa seakan ada yang mengganjal, nafas jadi sesak, susah menelan makanan. Rasanya makanan yang sudah ditelan tak mau turun ke bawah karena asam lambung yang naik ke kerongkongan tadi menekan ke atas. Jika sudah over bisa mual dan muntah cairan asam lambung. Tidak berhenti sampai disitu saja, akan banyak pantangan makan bagi penderita GERD ini, diantaranya mereka diharuskan menghindari makanan berlemak seperti aneka seafood, keju, susu, coklat, mentega, kacang tanah, makanan pedas, asam, kecut, dll. Efek selanjutnya rasa tidak percaya dirinya pun menurun drastis, paranoid, serba takut, psikosomatis. 

Ada orang yang merasa badannya sakit, detak jantungnya cepat, nyeri dada sebelah kiri, mulai muncul rasa cemas berlebihan, “duh kalau sakit jantung gimana ya? Kalau mati gimana ya?” pikiran negatif pun menghantui, tetapi anehnya ketika dicek EKG jantungnya baik-baik saja. Lain waktu ia merasa sempoyongan, lemas, letih, ketika dicek tekanan darahnya normal, semakin bingung lagi, pemeriksaan dokter menyatakan semua normal tapi mengapa masih ada perasaan tidak nyaman, badan masih terasa seperti orang sakit beneran. Lalu kenapa ini? Ada apa sebenarnya dengan saya? Kondisi semacam inilah yang dinamakan dengan psikosomatis. 

Psikosomatis adalah sebuah kondisi di mana sejumlah konflik psikis atau psikologis dan kecemasan menjadi sebab dari timbulnya macam-macam penyakit jasmaniah atau justru membuat semakin parahnya suatu penyakit jasmaniah yang sudah ada. 

Ujung-ujungnya setelah menjalani pemeriksaan ke dokter ahli mulai beralih datang ke psikiater dan minum obat penenang. Padahal obat penenang itu tidak boleh dilepas begitu saja tanpa petunjuk dokter. Selama Anda belum bisa menguasai diri dan pikiran Anda, obat penenang akan terus diberikan dan jika Anda sudah bisa menguasai diri barulah dokter akan menurunkan dosisnya. Itulah kronologinya, semua berawal dari pikiran. 

Orang yang stres/ banyak pikiran tidak bisa menikmati hidup bebas seperti orang sehat. Pikirannya sakit badannya ikut sakit. Kog bisa? Ya, krn jika sudah sakit seperti itu, akan banyak pantangan makan. Justru makanan yang enak-enak yang tidak boleh dimakan. Makanan berlemak makanan yang enak bukan? Inilah yang saya maksud tidak bisa menikmati. Bisa beli makanan tapi ga bisa makan makanan itu. Semahal apapun makanan itu mungkin kita bisa membelinya, tapi kita tidak bisa membeli nikmatnya makan itu karena lambung menolak. Tuhan itu sayang kepada umatNya, Ia ingin kita menikmati semua berkat-Nya, Ia ingin kita tetap bersyukur dan bahagia. Tuhan menciptakan kita dengan pencernaan dan tubuh yang sehat, namun karena pikiran negatif, beban masalah, kurang bersyukur, kurang berserah, membuat kita sakit sendiri. Hal-hal yang saya uraikan di atas yang sebenarnya tidak perlu terjadi jika kita menyerahkan sepenuhnya beban persoalan kita kepada Tuhan. Berdoa dan berserah kepada pencipta Hidup kita. Kita ini manusia terbatas, ga bisa menyelesaikan masalah yang besar sendiri tanpa pimpinan Tuhan. Belajar ikhlas, rileks, agar penyakit-penyakit tidak mudah mendekat pada kita. 

Waktu saya sakit dan karena tidak kunjung sembuh, semua orang berkata, saya banyak pikiran. Waktu itu saya sangat tersinggung dan marah. Karena saya merasa saya tidak memikirkan apa-apa, saya hanya merasa ‘sakit’ tapi tidak ada yang mau mengerti keluh kesah saya. Waktu saya muntah tiap hari dan saya ke dokter, dokter bilang itu kebiasaan! Muntah kog kebiasaan? Waktu tenggorokan saya berasa ada yang mengganjal setiap pagi, dokter bilang, “ah Cuma perasaan mu saja.” Waktu saya datang ke tabib, dia baru lihat telapak tangan saya, dia bilang, “banyak pikiran anak ini!” Berhari-hari saya merenungkan, apa iya saya memang banyak pikiran? Waktu yang menjawab semuanya. Ketika saya sudah melewati masa ‘sakit’ dan belajar bersyukur, mendekatkan diri kepada Tuhan, pikiran saya tenang, saya mulai belajar rileks, tidak terlalu keras kepala jika ada orang yang memberi nasehat, perlahan-lahan saya mulai merasa sembuh dan akhirnya saya benar-benar sembuh. Ada seseorang yang mengajarkan kepada saya untuk selalu berkata positif setiap hari kepada diri saya sendiri. “Jangan bilang kamu takut, bilang saya berani, saya kuat, saya sehat.” Dan itu saya ucapkan berulangkali ketika rasa sakit itu datang. 

Waktu saya ingin melepaskan ketergantungan saya pada obat penenang yang dokter berikan, saya memang tidak konsultasi dokter dulu, ini agak nekad #don’t try this at home” waktu itu saya memang masih kos sendirian dan uang saya menipis karena setiap seminggu sekali saya harus merogoh kocek Rp.250.000,- dan saya harus memutuskan obat itu tiba-tiba, saya merasa sakit banget di sekujur tubuh saya, oh ini yang namanya ketergantungan obat. Ketika saya masih minum badan saya rasanya enak. Semangat, segar, tapi ketika waktunya minum obat saya belum minum, badanku trsiksa rasanya. Ceritanya sudah 2 minggu saya konsumsi penenang yang diberikan dokter, dan obat itu tinggal sekali minum. Setelah obat itu habis saya ga tau lagi krn uang saya habis. Jadi saya malam itu memutuskan untuk tidak minum obat lagi. Tiba-tiba saya ketakutan tidur di kamar kos sendirian, saya keluar kamar dan masuk kamar temen kos saya. Entah kenapa saya berasa aneh, masa keluar kamar saja takut? Mandi takut? Jantung saya berdegup kencang, nyeri semua di lengan tangan kanan-kiri. Saya hanya bisa berdoa kepada Tuhan, sambil menerima setiap rasa sakit itu. Saya tidak melawan rasa itu. Butuh 3 hari untuk saya melepaskan ketergantungan obat itu, akhirnya lepas juga. Ngeri ya? Oleh karena itu sekali lagi, jagalah pikiran kita masing-masing. Jangan sampai stress berlarut-larut. Agar apa yang terjadi pada saya menjadi pelajaran berharga untuk kita semua. 

Betapa kita harus bersyukur kepada Tuhan jika masih bisa hidup dengan bebas, mau makan apa saja mau pergi kemana saja. Sejak saya sakit hingga sudah mulai sembuh namun tetap menjaga makan. Saya masih belum berani keluar kota. Kadang jika melihat teman bisa piknik/ rekreasi ke tempat-tempat wisata baik itu di dalam maupun luar negeri saya hanya bisa menonton saja sambil berharap, kapan ya aku bisa piknik seperti mereka? saya sudah merasakan dampak negatif dari pikiran yang tidak mampu saya kendalikan sendiri. Oleh sebab itu jaga pikiran kita masing-masing. Be positive thinking because it’s good for all of you. Don’t worry be happy.  

101 komentar:

  1. Betul mbak , pikiran itu tanpa disangka kunci utamanya hehehe

    kalau saya, ketika banyak pikiran berat badan malah menurun, tapi ketika saya sudah ngumpul" sama teman" beban itu hilang :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe...iya mbak, memang kita diciptakan sebagai makhluk sosial :) jadi saling meringankan beban agar tdk stres . Makasi ya mbak:)

      Hapus
  2. siiiiiip seh semoga g jadi galauwers terus mikirin yang kemarin2 :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe..iya mbak Tanty..makasih ya

      Hapus
  3. bener bangeet...
    sesuatu yg namanya ketergantungan emng menyakitkan dan kadang memicu tingkah laku yang buruk...

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya gan Dihas...kayak orang ktergantungan narkoba kan juga gt.. kalau ga diminum obatnya langsung sakaw

      Hapus
  4. oalah mbak, ternyata, yang engkau tuliskan itu berlaku ke aku lho. kalau banyak pikiran, magku kumat dan sakit kepalaku kambuh. untungnya akhir-akhir ini banyak kontemplasi ke Tuhan, jadi lebih tenang. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak Rebellina...aku rasa tiap orang mengalami ini, cuma ada yang bs mengendalikan dan ada yang tidak.

      Hapus
  5. hidup positif... :)

    BalasHapus
  6. memang kebanyakan gitu mbak.. saya juga kadang mengalaminya, tapi sekarang juga sudah sembuh semenjak punya suami dan anak.. eee gak taunya dulu itu kepikiran karna ngejomblo terus wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah jangan-jangan saya juga begitu nih? hahaha.... selamat atas keberhasilannya:)semoga saya bisa menyusul

      Hapus
    2. ternyata jomblo berbahaya ya ...

      Hapus
    3. bukan jomblonya intinya adalah pikirannya itu ...hehe..

      Hapus
  7. makasih ya udah mau ikut GAnya, tapi mulainya masih tgl 1 Agustus besok, Mbak. hehehe... nanti tolong direposting ulang ya linknya pas tgl 1. maaf kalo ngerepotin :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hiks...hiks...huaaaaa........ ok deh

      Hapus
  8. baru baca lagi, hehe..baru kali ini saya nemu penyandang GERD. hmm beda tipis sama anorexia ato bulimia ntuh,,

    klo soal obat, sebenarnya, psikiater itu gak ada niat utk membuat pasien kecanduan obat penenang ato anti depresan kok, cuma mmg ada beberapa kondisi yg membuat pasien wajib minum obat scara teratur.

    hmm setuju juga. intinya pikiran kudu positif, krna sejatinya sumber masalah itu adalah bersumber dari pikiran ssorg.

    makasih ya udh berpartisipasi dan semoga Mbak Susan bisa sembuh ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, makasi sudah menyelenggarakan GA nya...hehe

      Hapus
  9. Oh kalau itu blm termasuk GERD, GERD itu ditandai dengan rasa tidak nyaman saat menelan makan, tenggorokan serasa ada yang mengganjal, mual, dan heartburn..

    BalasHapus
  10. Di dalam Jiwa yang kuat terdapat pikiran yang sehat..

    Duuh pengalamannya sama banget deh kayak saya beberapa bulan lalu..
    Sakit lambung, limpa dan liver.. ternyata penyebabnya sakitnya saya krn banyak pikiran ..sampai2 ahli herbal yang ngobatin saya menyuruh saya untuk tnang pikiran, positif thinking. Dan akhirnya sakit selama 4 bulan tersebut berangusr2 pulih.. Menulis juga bisa jdi terapinya mbak susan..

    Good luck GA nya Mbak.. https://lh6.googleusercontent.com/-Q5lMkgcmVR4/T2WEWkNi3MI/AAAAAAAACZ4/7VBYeVbx7kA/s36/01.gif

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh mbak juga sakit ya? sampe skrg makannya apa masih dipantang atau bisa makan segala macam makanan dengan bebas? makasi mbak Ayu :)

      Hapus
  11. saya klo banyak pikiran mendadak jadi langsing wkkwk :p eh emang pikiran tuh pengaruh bgt, kay kita takut terhadap tempat padahl tempat itu gak ada apa-apa yah cuman sugesti kita aja yg buat takut ehhe :D

    BalasHapus
  12. Tenang,, saya telah menerapkan 12 cara berpikir ajaib, jadi ngga terlalu khawatir dengan pikiran yang ngga ngga :D

    BalasHapus
  13. Cerita yang indah, mbak Susan,,,

    semoga kita selalu bisa menjaga pikiran kita yaa

    BalasHapus
  14. Bagus tulisannya mbak sungguh menginspirasi....

    BalasHapus
  15. Betul mba hati dan pikiran bisa jadi sumber penyakit kalau ga dijaga
    sy pernah baca beberapa artikel tentang ini baik yang berhubungan dengan medis dan non medis tapi kesimpulannya memang benar, kita harus bener2 jaga pikiran kita

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju dan memang benar begitulah adanya hehe

      Hapus
  16. =_= aku g tau ini GERD bukan tp asam lambung sering naik, heartburn juga, setiap ada masalah dipikir dalem-dalem ujung-ujung nya mikir yang enggak-enggak, sakit jantung lah sakit ini itu lah , takut mati, tiap malem kebangun dengan rasa takut ga jelas. padahal kunci sembuhnya nya cuma diucapin di mulut bahwa aku harus sembuh, diyakini dari dalam hati ntar otak juga ngerespon akhirnya, tinggal tunggu keputusan dari Allah, InsyaAllah sembuh. Pasrah.tapi kadang susah lakuin nya, pengalaman pertama kurasain waktu SMA, dan kali ini kambuh lagi, benar-benar nyiksa ya mbak... Kaya orang gila rasa nya,

    BalasHapus
  17. apa kah mba susan sudah sembuh total?bagaimana caranya mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya tdk bs bilang sembuh total karena saya sampai sekarang masih jaga makan yang jadi pantangan saya, hanya saja keluhan yang dulu seperti muntah, tenggorokan mengganjal, mual sudah tdk ada lagi dan bisa hidup normal

      Hapus
  18. Berarti saya kena GERD jga yah suka badan merasa tidak nyaman, pegel semua, lemes, pikiran cemas takut kena sakit parah tiap pagi suka eneg

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebaiknya periksa ke dokter aja gan biar jelas sakit apa

      Hapus
  19. Yaa tapi klo lg ngnrol atau sibuk tu perasaan sakit tidak ada tp klo lg diem aj santai trasa lg g enknya.. udah periksa dokter umum katanya tu maag dan maag tu bnyk macemnya dan lama sembuhnya klo tidak diperhatikan

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya sama kalau begitu, berarti km harus cari kesibukan :D

      Hapus
  20. sama mba keluhan muntah, tenggorokan mengganjal, mual sudah tdk ada lagi tapi panic attack nya masih lanjut :( suka takut pergi-pergian,.suka ngerasa kena sakit parah.. apa mba masih seperti itu juga?

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya sudah tdk begitu lagi asal jaga makan. sudah 6 th ini saya vegetarian, hindari stress dan banyak makan buah pisang raja

      Hapus
  21. gimana ya mba buat gk berfikiran negatif terus ,kayanya susah bgd berpikiran postif.. padahal sblum kena penyakit ini aku gk pernah bgtu :'(

    BalasHapus
    Balasan
    1. caranya banyak berdoa dan mencari kesibukan biar lupa sama sakit nya:) olahraga ringan mbak dan selalu berkata yang positif untuk dirinya

      Hapus
  22. Saya baru kali in baca blog mba... saya akhir2 ini sejak tgl 27 mei merasakn perasaan sangat takut...
    Asal mulanya saat saya habis buka youtube mengenai suara dilangit it mba.. saat it perasaan saya berdepar2 dan merasakan ketakukan.. dan setiap mendengar suara2 saya merasa ketakutan dan saya mendekatkan diri kepada allah swt dan berpuasa dan alhamdulillah saya sudah tenang.. tapi pas hari minggu saya menonton berita di tv dan rasa takut saya timbul lagi mba sampai saat ini.. saya tdk nafsu mkn mual2 pun terjadi dan pikiran kemana2 kacaau balau merasakan ketakutan.. ap nama penyakit saya mba.. bisa sembuhkah saya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. jangan nonton TV yang serem2 kalau gitu. gangguan kecemasan namanya mas Rey.. coba pikirkan hal-hal yang bermanfaat

      Hapus
  23. Bisa sembuh ap tidak ya mba...
    Pikiran suka datang dengan tiba2 mba.. mau saya sibuk.. mau saya santai.. sama saja...

    Oia maaf mba saya perempuan ... hee.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak rey sama dg saya juga begitu kalo sdh cemas timbul rasa ketakutan luar biasa yg di sebut panic attack...sdh berusaha mengatasi pikiran itu tp kykx sia2 tp yg namax upaya tuhan pasti tolong kita....serahkan semua pada tuhan adlh jalan keluarnya...

      Hapus
  24. Klo kecemasan masuk kepikiran saya .. badan terasa panas dan suka berkeringat... tapibpas saya pegang badan saya saya ga panas...

    BalasHapus
  25. Bisa sembuh kok asal bisa mengendalikan pikiran tetap positif. Oh sory. Saya kira cowok. Kepikiran terus krn masuk alam bwh sadar.

    BalasHapus
  26. Cara berfikir positif gmn ya mba... sulit bngt mba... saya selalu coba untuk mengalihkan pikiran cuma selalu kebayang2...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Byk berdoa. Lihat cermin saat bgn tdr lalu sugesti diri dengan hal positif. Katakan berkali2 aku sembuh.aku sehat.aku kuat.aku berani. Semua baik baik saja.

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  27. Ia mba... makasih banyak ya mba.. atas masukan2kannya...saya akan tetap berusaha mba untuk sembuh... makasih bnyk ya mba....

    BalasHapus
  28. hai. saya dari malaysia. tulisan ini sungguh positif bagi saya. saya diserang gerd pada awal Jun 2015. Saat aku ngorokok elektronik. Aku selalu guna perisan methol dan mint sahaja.

    Awal aku kena, aku selalu rasa debar. rasa seperti kena serangan jantung, berpeluh-peluh dan pusing keliyingan.

    terus aku hingga kini berasa begitu, takut sekali diserang sakit kronik, kanker malah jika ada bercak merah di badan aku terus fikir sama hiv/aids.

    alhamdulillah bermula ramadhan, aku cuba dekatkan diri pada penciptaNya dan komsumsi madu sama habatussauda. Aku beransur pulih tetapi pasti ada rasa lemas badan jika aku salah makan atau tekak aku rasa ada menganjel tetapi nafsu makan masih ada.

    sekarang aku fikir, fikiran aku masih perlu dirawat. Jika aku bersama keluarga atau teman-teman. Aku jarang diserang lemas badan tetapi jika sedang buat kerja atau stress. aku akan rasa tidak selesa.

    BalasHapus
  29. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sharing via email sja y.di moocensusan@gmail.com

      Hapus
  30. Hai mb susan,ak juga kna gerd nich,tp udh cek ke smua dokter kt ny mungkin bnyk pkiran,pkok ny perasaan ak mb,cemas,dengar orng ngmng yg aneh2 lnsng kmbuh mb,tkut ini lah,tkut itu lah pkok ny mcm2 mb,trus cra ny gmna mb,ak sdah 3 thun ini mb ngrasain skit ini mb.

    BalasHapus
  31. Hai mb susan,ak juga kna gerd nich,tp udh cek ke smua dokter kt ny mungkin bnyk pkiran,pkok ny perasaan ak mb,cemas,dengar orng ngmng yg aneh2 lnsng kmbuh mb,tkut ini lah,tkut itu lah pkok ny mcm2 mb,trus cra ny gmna mb,ak sdah 3 thun ini mb ngrasain skit ini mb.

    BalasHapus
  32. Malem mba aku sama penderita asam lambung juga asam lambung aku sering sakit semenjak puasa awal nya biasa aja cuman perih sakit di uluh hati tp semenjak tetangga aku ada yg meninggal mendadak dari situ aku selalu kepikiran soalnya aku suka juga ngerasa nyesem tengah malam jadi semenjak itu aku selalu kepikiran sampe tengah malam aku kebangun dari tidur jantung aku berdebar kenceng banget keringetan sampe aku di bawa ke rs pas cek ekg jantung aku normal tp aku masih di landa rasa ketakutan terus menerus soalnya dada kiri aku suka cenat cenut suka pusing sampe skg pun aku masih ngerasain seperti itu aku ingin sekali sembuh soalnya nyiksa banget dengan sakit ini aku sampe 2 kali tengah malm nyesek keringetan di rs ke 2 kali nya juga cek ekg di rs berbeda alhadulilah jantung aku normal kata dokter karna dari lambung tp pikiran aku selalu ketakutan setiap melihat artikel tentang serangan jantung atau mendengar berita duku sampe* aku ketakutan mau bertemu orang bertemu temen mau cari kesibukan pun aku selalu ketakutan aku selalu ketakutan mati mba maknnya aku engga pernah berani buat keluar main aku slalu mengurung diri di rumah . Gimana ya mba solisinya aku selalu di landa ketakutan sampe sedang solat pun aku engga khusu sangkin ketakutannya aku sangat tersiksa mba kaya begini bantu aku mba di sekeliling aku tidak ada yg bisa mengerti aku

    BalasHapus
  33. Nice Post.
    Sebelumnya Saya sehat Wal'afiat.
    Tapi ketika Saya Berlayar, pas ditengah laut, Saya mendapat kabar kalau Istri Saya meninggal dalam Kecelakaan Maut di Batam pada tanggal 30 November 2015.
    Dan Sampai dikebumikan Saya tidak dapat Melihat Jenazah Istri Saya.

    Mulai dari situ Saya Shock dan sering melamun, menangis merasa sangat kehilangan, hari demi Hari Saya lalui dimana situasi Saya sempat tegang dengan keluarga sesaat.

    PiKiran pun mulai timbul rasa cemas was2 yang tidak berasal bertujuan.

    Jadi Saya belajar membiasakan diri tanpa kehadiran Orang yang kita cintai, dengan menghabiskan waktu di depan komputer, Gadget.
    Sampai larut malam bahkan sampai masuk pagi.
    Kehidupan Saya berubah 180°, makan tak teratur, tidur gk tentu.

    Asam lambung, Magh kambuh, hingga sampai Angin di perut melilit (kaya orang awam angin duduk). 1 hari berinfus di RS.

    Setelah berangsur sembuh.
    Sekarang hanya Asam lambung tinggi, dan hampir setiap malam, pikiran Saya kacau, ketakutan, depresi yang tidak bertujuan seolah ajal mau mendekat.

    Ketakutan2 yang tidak terkontrol, berawal dari pikiran dan beban mental.

    Ya memang Berfikiran Positif dan mendekatkan Diri kepada Sang Pencipta, belajar lebih dan lebih bersyukur akan ni'mat Dunia yang masih Kita Rasakan. Adalah obat pikiran yang sangat Mujarab.

    BalasHapus
  34. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Skrg sy udah membaik mba, tp anxie nya. Pgn sih cb kefir mba. Tp katanya asem bgt yah

      Hapus
  35. Saya tak tau ini penyakit apa.yang jelas setiap aku mau ngelakuin seauatu pikiran aku langsung memikirkan resiko dan resiko sampai akhirnya malah sibuk dgn pikiran sendiri gak ngelakuin apa apa...pikiran cemas pun selalu datang menimbaang ini dan menimbang itu tapi taak ada hasilnya.pikiran saya berady sampai sampai kadang aku merasa tak nyaman jika ngobrol dgn org lain dan saya hanya bisa meladeni omongan org lain gak bisa sbaliknya...samapai sampai menyapa orang lain pub jadi canggung dan ini berdampak ke rasa pd saya.bagaimana ini saya mbak saya jadi pribadi minderr sekarang saya merasa diri sayaa gak ada artinya dimata org lain pdhap saya tau itu hanya ada dipikiran saya saja.tolong saya mbak plisssss...:(

    BalasHapus
  36. Nama saya mohamad rizki umur 25 tahun sudah 4 tahun saya merasakan sakit seperti ini persis GRED, setelah saya baca blog agustina dian susanti masalah penyakit GRED,. Saya dalam keadaan sakit saya merasa ingin menangis saya pikir hanya saya yang merasakan sakit seperti ini,. Rasa takut selalu menghantui benar takut mati jantung berdebar debar kaki gemetar rasanya ingin mati,. Pasrah tapi saya mencoba cari penyebabnya salah satunya pikiran dan asam lambung tinggi yg membuat sesak pada dada hingga jantung berdebar karna suara dari hati kita yg takut. Saya coba lawan saya ucap dalam hati hasbunallah wanimalwakil nikmalmaula wa nikman nasir, saya ucap itu terus alhamdulilah suara hati saya tertutup dengan suara hati ayat tersebut. Saya pantang makan yg pedas bersoda yg mnimbulkan gas naik dlm tubuh, bnyk mkn buah dan sayuran pola hidup sehat, intinya pikiran niat sembuh olah raga setengah jam sehari. Minum obat supelmen habatusauda,. Ayo kawan kawan semangat berjuang yakin kalau kita pasti bisa positif sehat, lawan rasa sakit itu allahuakbar .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama bgt kyk akuu cerita ny tp dokter bilng ak kena maag kroniss

      Hapus
  37. kalau tanpa psikiater apa bisa sembuh kak?

    BalasHapus
  38. kalau tanpa psikiater apa bisa sembuh kak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau tingkat stres msh ringan bisa. kalo dah ga bs kendaliin pikiran terpaksa minum obat dr psikiater

      Hapus
  39. Sore mba agustina.. saya yosipani sudah 3 minggu semenjak puasa tiba" sya mnglami debar jantung yang cepat smpai sesak. Dan pas diperiksa saya terkena GERD namun dri situ sya sllu trpikirkan oleh penyakit ini pnykit jntunglah apalah smpai sya prksa k ahli jantung ternyta jantung sya sehat. Namun makin ksni sya sllu mmikirkan pnyakit ini krna mkin hri makin ada saja yng sya rasakan lemas pusing smpai tak ada smngt mengeluh dan cemas. Dokter bilang saya bnyak tekanan dan stres juga. Setelah melihat web ini sya bru sdar mqn benar apa yang d ktkan dkter smua brsal dri pikiran saya.. bgaimana caranya agar kita tidak stres mba? So biar bsa mncegah trjdinya asamlambung tinggi pula

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai..yosi jgn memikirkan hal yg blm tentu terjadi.krn begitu kita byk pkiran asam lambung pasti over dan tjd refluk

      Hapus
  40. Tersedia obat penenang GAN seperti:

    1-RIKLONA
    2-DUMOLID
    3-HEXIMER
    4-TRIHEX YARINDO
    5-TRAMADOL TABLET DAN BOTOLAN.
    6-ALPRAZOLAM MERCY DAN KF

    Dan masih banyak yang lainnya GAN..
    Silahkan kunjungi di http://vinajunior.blogspot.co.id// atau invite pin BB kami 28D4006F.
    Dijamin ok gan dan tidak tipu-tipu.

    BalasHapus
  41. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jual Obat Penenang, Obat Riklona 2mg Pin.D2D4F2CF

      Hapus
  42. Mbak. Apakah mbak terkena Gerd juga?
    Saya didiagnosa terkena gerd mbak. Saya sudah dua kali di endoskopi dan skrg sedang konsumsi obat dari dokter penyakit dalam. Saya sudah 2 kali di ekg dan puji tuhan jantung saya normal mbak. Trus saya check up lagi dan kata dokter itu bawaan gerdmu. Trus dia bilang jangan cemas. Karena itu sangay berpengaruh. Namun saya belum bisa mengatasi rasa cemas saya mbak. Apakah saya perlu pergi ke psikiater mbak?

    BalasHapus
  43. Mbak. Apakah mbak terkena Gerd juga?
    Saya didiagnosa terkena gerd mbak. Saya sudah dua kali di endoskopi dan skrg sedang konsumsi obat dari dokter penyakit dalam. Saya sudah 2 kali di ekg dan puji tuhan jantung saya normal mbak. Trus saya check up lagi dan kata dokter itu bawaan gerdmu. Trus dia bilang jangan cemas. Karena itu sangay berpengaruh. Namun saya belum bisa mengatasi rasa cemas saya mbak. Apakah saya perlu pergi ke psikiater mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa asal rutin tp efeknya ketergantungan kalo ga rutin.

      Hapus
  44. Ibu saya 64thn, masuk RS krn sakit maag, tiba2 jadi parno, pikiran negatif terus, susah banget tidur.. dikit2 minum, walaupn hny seteguk. Berpikir udh mau mati, tiap malam ketakutan, katanya selalu mimpi buruk tiap kali menutup mata... klo di tayain sering diam aja dan kyk ngelamun2 aja. Susaaah bgt senyum apalagi tertawa.klo lagi bangun dan jalan, selalu meremas bajux bagian perut kyk lagi sakit perut gitu.. pas di tanya klo sakit perut, jwbx tidak atau tidak tau....
    Jadi anak2 pada bingung harus gimana... :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama mba kyk ak tdr pun susahh bgt mimpii yg anehh cara menghilangkan pikiran yg aneh ini gimana ya mba gara2 asam lambung ini

      Hapus
  45. Ada lagi, beliau selalu merasa lemas dan kurang berenergi... sering bengong aja dan ngelamu... keadaan ini sdh berlangsung lebih drb3 minggu, skrn sdh di rumah dan keadaan trsbtsh berlangsung... apa ini jg termasuk GERD, kira2 ada obatnya atau cara penaganannya gak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan gerd. Ibu anda kemungkinan terlalu byk pikiran/memendam rasa kecewa yg dlm. Jd kalo ditanya diam atau jwb tdk /tdk tahu. Ibu dkt sama siapa? Beliau hrs mau terbuka kalo mau sembuh.hrs bs kluarin uneg2nya. Jgn sampe konsumsi penenang.krn dampaknya ga bagus. Byk didoakan. Kalo agama kristen ada doa pelepasan rekonsiliasi.itu hrs dr dirinya yg mau mengampuni kalo ga ya susah mb

      Hapus
  46. Saya suka sekali artikelnya....sangat trbantu dengan smua uraiannya....mksih sekaliii....

    BalasHapus
  47. Waah asyik nih artikelnya. Bikin adem jiwa. Bener mbak susan, pikiran emang sumber segala penyakit. Dekat dg Sang Penciptalah obat paling mujarab. Pasrah. Bikin tenang dan nyaman hati. Betul mbak ?
    Nice to meet you again

    BalasHapus
  48. Terimakasih mbak,Artikelnya benar" bagus," benar" memberi motivasi..

    BalasHapus
  49. mbak susan terima kasih artikelnya. aku sampai nangis bacanya, karena aku pun mengalami hal yang sama sekarang,sama persisss kayak mbak susan,aku pun bile reflux dan selalu merasa sakit. masih berusaha untuk sembuh...mohon doanya

    BalasHapus
  50. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  51. Maaf ya Gan numpang lapak.

    Yang mempunyai kebutuhan obat PENENANG atau DEPRESI, Kami menjual obat tersebut Gan dengan harga bersahabat. Untuk lebih lanjut silahkan invite pin BB 2840C94F operator kami Gan. Dijamin kualitasnya OK dan sampai tujuan pengirimannya. Atas kepercayaan AGAN terhadap kami saya ucapkan banyak trimakasih.

    Alamat EMAIL: wulanzolam.blogspot.co.id

    BalasHapus
  52. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  53. Hallo mba, salam kenal ya..
    Mau sharing nih,saya masih bingung sama gerd yg menyebabkan psikosomatis atau psikosomatis yg menyebabkan gerd? Krn saya sangat tiba2 sekali suatu hari di krl, merasakan sensasi dingin, was was, cemas, panik, takut meninggal saat itu juga. Keesokan harinya paniknya masih ada cuma agak berkurang dari hari sebelumnya. dari panik itu nafsu makan saya berkurang pdhl saya orangnya ga bisa gitu kalau liat makanan dianggurin. Dan saya merasakan panas, perih di perut bahkan mengalami heartburn. Karena paniknya semakin menjadi, jadi takut sendiri di rumah, di krl jd parno, pokoknya segala parno kalau sendiri,akhirnya saya memutuskan untuk berobat ke dokter spesialis dalam. Dokter bilang, maag nya aga.. (entah aga apa dokternya ga lanjut berkata 😂) dan maag kaya gini minimal 3 bulan harus check up. Saya ga bilang merasakan panik, krn sy takut dikasih obat penenang. Setelah dr dokter lambung saya membaik, tp panik saya masih saja ada. Kira2 saya gerd atau psikosomatis ya? 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya mb trauma. Blm bs melupakan yg lalu.jdnya kena psikosomatis.latihan TRE saja searching d youtube caranya ya.tension trauma release exercise

      Hapus
  54. mba sy jg lg merasa ky gini nih.. kalo dibilang asam lambung naik ga sy gtw sih. kdg perut terasa bunyi kembung gt,sesekali sendawa tdk sengaja, tp yang paling mengganggu adalah nyeri dada sblh kiri atas. bukan ke nyeri sih tp lebih ke mengganjal di dada.tp bener jadi merasa takut knapa", pdhl kalo search penyakit" kronis ttg gejala"nya sy ga sampe mual, ga batuk, gada benjolan, cek tekanan darah normal, detak jantung normal. tp makin sring terasa mengganjal di dada kiri atas, tepat bawah pundak dikit. terkadang ingin nangis sndr. sy pikir sy mungkin bnyk pikiran apt mba, bgmn cara memulai mengatasinya mba? bgmn memulai berpikiran positifnya mba? ada ide? apa baiknya sy ke dokter umum atau ke psikolog dl?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakam wA saya 081915197153 ya. Minum suplemen dan pake kk liforce

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tuliskan komentar Anda di bawah ini. Komentar Anda sangat bermanfaat dan sangat saya hargai atau jika ada pertanyaan silakan tinggalkan pesan di livechat saya (sidebar kiri bawah)
Perhatian: saya akan menghapus otomatis komentar yang ada link hidupnya :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...