Laman

  • HOME
  • LOMBA BLOG
  • ARTIKEL
  • TUTORIAL
  • ORDER DESIGN
  • ABOUT ME
  • JUAL KEFIR
JASA DESIGN BLOG KHUSUS BLOGSPOT & JUAL PRODUK KEFIR

Suka Duka Jadi Guru Les

Agustinadian Susanti | Rabu, Agustus 21, 2013 |
Sejak aku resign dari tempat kerja terakhirku di luar kota, aku kembali ke kampung halamanku-Blora untuk memulihkan kesehatanku. Dengan kondisi fisik yang lemah membuatku harus memikirkan cara mencari uang dengan bekerja sendiri di rumah karena bapakku sudah tidak bekerja. Dengan bermodal nekad, aku pun mendapat ide untuk menjadi guru les di rumahku sendiri. Tanpa latar pendidikan guru karena hanya tamatan SMU dengan danem alakadarnya. Bagiku yang penting aku bisa lulus. Akhirnya, aku memberanikan diri membuka bimbingan belajar yang kuberi nama Susan Bimbel. 

Segala sesuatu aku siapkan dari brosur, formulir pendaftaran, dan kartu pembayaran les. 

Awalnya aku mencari murid dari tetangga-tetangga sebelah rumahku dulu. Aku menawarkan jasaku secara door to door. Pernah juga ada tetanggaku yang membentakku karena tidak butuh les dan ia mengusirku dari rumahnya. Dengan hati yang kecewa namun tetap aku tetap berusaha mencari murid lagi yang lainnya. Bapakku menyuruhku untuk berdoa agar usahaku mencari murid dimudahkan. Setelah berjalan dan letih mencari murid aku hanya dapat 1 murid yaitu anak tetanggaku yang lain. Sebenarnya dia sudah pandai, tapi orangtuanya tetap mau mendaftarkan anaknya les di tempatku karena kasihan padaku. Selama 5 bulan muridku cuma 1 orang saja. Aku juga awalnya belum punya papan tulis jadi modalku benar-benar nekad, hanya pulpen dan buku. 

Lalu aku mencoba untuk mencari cara lain agar dapat murid dengan membagi brosur. Aku hanya punya waktu 2 jam untuk bisa keluar rumah, jadi kumanfaatkan saat aku “kuat” keluar rumah dengan dikawal bapakku aku sebar brosur ke sekolah-sekolah. Mungkin Anda bingung, kenapa hanya 2 jam? Di postingan saya sebelumnya tentang sakit saya beberapa tahun yang lalu disini membuat saya tidak kuat lama-lama di luar rumah. Kalau dulu setiap jam 2-7 malam aku muntah-muntah terus, kini setiap jam 2-6 sore itu adalah masa lemas-lemasnya saya, jadi sambil mengajar anak les, saya harus minum bubuk kedelai instan ini :
bubuk kedelai instan

untuk menahan lapar saya setiap sejam sekali. Jika murid baru saya tahu saya selalu membuat minuman ini sejam sekali mereka akan merasa aneh, tapi jika sudah tahu keadaan saya mereka pun maklum, saya minum sambil mengajar. Kadang ada orangtua murid yang bertanya latar belakang pendidikan saya yang hanya tamatan SMU apakah sanggup mengajar anaknya? Baginya guru les harus sarjana. Ya, tapi tidak semua orangtua seperti itu buktinya ada juga orangtua murid yang mau mendaftarkan les anaknya pda saya  walaupun saya bukan Sarjana. 

Saya suka jadi guru les karena selain jam kerjanya singkat, saya bisa mengatur waktu sesuai mau saya sendiri. Saya sudah tetapkan jadwal untuk mengajar. Meski di rumah tetapi tetap dapat penghasilan, cukuplah untuk makan. Meski murid saya tidak banyak, tapi saya bersyukur masih bisa mendapat uang dari hasil usaha saya sendiri. Dukanya jika ada anak les yang sulit jika ditagih uang les, dengan alasan lupa atau kadang ketika waktu nya harus bayar, eh malah ga datang, akibatnya mesti mundur lagi waktu pembayarannya. Hal yang sangat saya sesalkan adalah mereka datang hanya saat ada PR atau ujian semester. Ditambah lagi orangtuanya ikut-ikutan mendukung anaknya untuk tidak les dengan berbohong ada acara keluarga. Dengan begitu akan sulit memperhitungkan biayanya. Kalau mereka ga datang les ya saya ga dapat uang. Padahal yang namanya anak-anak sering ada rasa malasnya ketimbang rajinnya. Jadi penghasilan saya ditentukan oleh anak kecil? Sering harus menahan rasa kecewa ketika waktunya membayar, ada anak yang sengaja mempermainkan saya dengan kata lupanya itu, giliran minggu depannya lagi karena ga ada PR mereka ga datang. Hm, memang harus banyak sabar. Pernah juga saya tidak dibayar setelah sebulan masuk dan mereka main keluar saja ga bilang-bilang. Akhirnya saya tetapkan peraturan tegas, harus bayar dimuka, datang atau tidak datang itu resikonya, kecuali kalau memang libur panjang sekolah. Banyak anak les yang masuk keluar di tempat les saya. Ketika ada yang keluar ada yang masuk, pernah juga sebulan saya ga ada pemasukan sama sekali. Jadi saya mencoba memikirkan pekerjaan lain, yaitu menulis. Menulis pun sampe sekarang belum ada hasilnya. Saya sering ikut lomba blog dan lomba menulis lainnya namun memang mungkin belum rejeki. Saya berserah saja pada Tuhan, saya tidak mungkin kelaparan karena Tuhan memelihara hidup saya dan bapak. Saya berusaha menjalani hidup sehari-hari apa adanya saja. Yang penting saya bisa makan walau masih banyak pantangan dan bisa menulis membuat tutorial blog untuk ibu-ibu di komunitas menulis yang kuikuti. Hanya iseng-iseng sih. Jujur saya ini paling stress kalau disuruh jualan atau dagang barang. Jadi saya hanya bisa mengajar menjual jasa saja. Tapi diatas semuanya itu, saya sangat bersyukur dengan keterbatasan saya.

32 komentar:

  1. Sabar ya mba dan tetap semangat :)

    BalasHapus
  2. Ya Allah mbak, mbak susan termasuk berani ya. Salut mbak!
    Alhamdulillahnya saya beda nasib mbak, malah justru saya yang ditawari untuk privat.
    Sukses untuk ke depannya mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh gitu ya? wah berarti mbak sudah terpercaya untuk mengajar hehe...top :d

      Hapus
  3. sekarang sudah sehat mba??

    Tulisannya bagus kok, lain kesempatan kalau ada lomba menulis, oasti ada kesempatan menang ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekarang sudah tidak pernah muntah lagi, cuma untuk menu makan masih ga bisa sembarangan, takut kumat. makasi ya mbak fitri anita :)

      Hapus
  4. ceritanya sangat inspiratif, kok ga diposting di blogdetik?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh ya? hehe..yang blogdetik sudah aku buat tulisan lainnya:) ini cuma sharing biasa saja hehe

      Hapus
    2. yg ini sangat inspiratif mba, iya bener itu kata bunda Leyla, masukin blogdetik saja. diubah-ubah dikit tulisannya mba.

      semoga tetap tabah dan kuat ya mba, Tuhan selalu care dengan umatnya *peluk

      Hapus
    3. oh boleh ya mbak? kalau udah diposting disini di kirim ke blogdetik? ya saya cobanya hehe makasi mbak

      Hapus
  5. Subhanalloh mbak, perjuanganmu... Semoga dibuka jalannya sama Yang Kuasa.. Memang agak beda sama perjalanan ortu saya, sharing aja, mereka berawal dr guru les panggilan k rumah" di bawah bimbel ttt. Lama" krn ortu murid cocok akhirnya rekrut langsung dan itu menyebar ke teman" ortu murid. Di satu waktu akhirnya memutuskan utk buka bimbel di rumahutk anak" tetangga, itu sekitar 80'an. Saya inget belajarnya cm di ruang makan di meja makan dan papantulis di tempel di dinding. Ortu saya menyiapkan kartu laporan perkembangan anak setiap 8x pertemuan (iya, bukan bulanan, krn istilahnya mrk g mau makan yg bukan hak mrk) beserta tagihan pembayaran. Alhmd lama" terus berkembang hanya dr mulut ke mulut. Di rumah kami ga ada plang pengenal jg. Memang setiap tahun masalahnya sama, selalu ada siswa yg kabur dan gak bayar selama bbrp bulan. Lucunya ada aja yg setelh berapa lama kemudian ortunya dtg mnt maaf dan bayar. Ada jg yg mnt maaf tp g bisa bayar tp selalu diterima sm mama saya yg penting anaknya mau belajar. Kalo mengamati mama saya selama ini, profesi guru itu mulia mbak.. Dan ada aja rejekinya walau g langsung datangnya..Alhmd smp skrg murid baru tiap thn ada aja, walaupun di komplek saya dah muncul bbrp bimbel profesional, biasanya murid jg selain les di kami ambil jg di temp lain krn di kami cm matematika & fisika. Mungkin agak beda kondisinya sama tempat mbak, yg penting jgn patah semangat! Hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya mbak makasi ya atas sarannya :D banyak juga ya muridnya...80 wow (o)

      Hapus
  6. Mbak Susan..., hidup untuk sebgain orang memang terkesan tidak mudah ya. sementara bagi sebagian yang lain, jalan hidupnya terlihat mulus...lus seperti tidak ada beban. Saya belajar dari hidup, ternyata betapapun penglihatan kita menilainya seperti itu, yakinlah, Tuhan selalu Maha Adil dan Penyayang. Keyakinan itu yang selalu membuat kita kuat, apapun cobaan yang diberikanNya.
    saat ini Tuhan mengujimu dengan keterbatasan, tetapi Mbak Susan sudah merintis jalan untuk berbagai kemudahan ke depannya, dengan telah banyak menabur kebaikan di mana-mana. hanya tinggal menunggu memetik hasilnya. saat masa itu datang, sungguh akan terasa indah. tetap semangat ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasi banyak mbak passy ...Amin :)

      Hapus
  7. Subhanallah, salam kenal Mbak Susan. Blora itu, masih tetanggaan sama saya ternyata, tetangga Kota. Hehe..
    Perjuanganmu sungguh mulia, Mbak. Jadi inget, dulu jaman SMP - SMA saya juga ngajar les anak SD atau teman seangkatan yang mau, hanya demi bisa bayar SPP sama buat uang jajan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh ya? mbak dikota mana nih? salam kenal kembali mbak :D

      Hapus
  8. Semangat ya mas kalau ada usaha dan doa pasti semua bisa berhasil mas.Amin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha..maaf tapi saya bukan mas mas... $-)

      Hapus
  9. Hai Susan.
    Salut dengan semangatnya. Semoga selalu diberikan kesehatan jadi bisa terus kuat dan semangat ngajar les ya.

    BalasHapus
  10. Tetap semangat ya Dik Susan. tuhan enggak akan meninggalkan hamba-NYA yang terus berusaha dan bersabar.

    BalasHapus
  11. tetap sabar dan semangat mbak susan. salut pada ketabahanmu...

    BalasHapus
  12. Tetap semangat ya Susan, salut dengan perjuanganmu. Smoga kondisi kesehatanmu akan benar-benar pulih seutuhnya. Tetap berdoa yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih ci..Tuhan berkati ya.. (p)

      Hapus
  13. sekarang sudah berapa muridnya mbk susan? :)

    BalasHapus
  14. Semangat yang luar biasa !!! Semoga saya bisa setangguh anda!!!

    BalasHapus
  15. Tetap semangat Susan...dan semoga kesehatannya terus membaik

    BalasHapus
  16. mbak susan saya juga orang blora saya sekarang di Tegal dan buka bimbel rumahan kaya mba susan ...dan alhamdulillah hasilnya lumayanlah mba..saya yakin saat saya menulis pesan ini pasti mba susan dh sukses di blora.

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tuliskan komentar Anda di bawah ini. Komentar Anda sangat bermanfaat dan sangat saya hargai atau jika ada pertanyaan silakan tinggalkan pesan di livechat saya (sidebar kiri bawah)
Perhatian: saya akan menghapus otomatis komentar yang ada link hidupnya :D

Categories

Komentar

Blog Archive

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...