Laman

  • HOME
  • LOMBA BLOG
  • ARTIKEL
  • TUTORIAL
  • ORDER DESIGN
  • ABOUT ME
  • JUAL KEFIR
JASA DESIGN BLOG KHUSUS BLOGSPOT & JUAL PRODUK KEFIR

LET ME GO !

Agustinadian Susanti | Jumat, April 05, 2013 |

Rio selalu membicarakan tentang kecantikan wanita lain saat bersama Vina. Hal itu membuat Vina menjadi minder setiap jalan dengannya. Kali ini di Café, Rio duduk berdua bersama Vina. Tiba-tiba ada seorang gadis bersama kekasihnya sedang makan di café itu.

“Wah cantik banget cewek itu, kulitnya putih, tinggi, modis, langsing, aku mau kog jalan ama dia," kata Rio sambil terus memperhatikan gadis itu.
Mendengar Rio berkata demikian, Vina menjadi sakit hati.
“Oh jadi kamu anggap apa aku ini?” Vina berdiri dan keluar dari café.
Rio mengejar Vina keluar, “Vin, tunggu. Jangan begitu kita kan teman.”
“Apa? Teman? Cuma Teman? Oh oke, mulai sekarang aku ga mau lagi berteman sama kamu!” Vina marah dan pergi meninggalkan Rio sendirian.

***

Sejak saat itu Vina jadi sensitif setiap ada cowok yang suka membicarakan wanita lain secara mendetail. Ia melalui hari-harinya tanpa Rio lagi. Keputusannya untuk meninggalkan Rio dirasanya cukup baik daripada terus bersama dengan orang yang tidak pernah membalas cintanya. Hatinya terluka oleh sikap Rio.
Vina duduk di teras rumahnya sambil bermain HP. Tiba-tiba ada sms masuk dari Linda sahabatnya, 
“Hei cewek? Lagi ngapain nih?”
“Lagi nyantai aja. Kenapa?”
“Jalan yuk, cuci mata. Kali-kali aja ada cowok yang nyangkut.”
“Ah malas ah, aku lagi patah hati. Malas nyari lagi, masih sakit tau!” jawab Vina ketus.
“Masalah Rio? Udah tenang aja, cowok kayak gitu mah tinggalin aja kali!”
“Aku ke rumahmu ya sekarang, boleh ga? Bete nih di rumah sendirian.ya ya?”
“Terserah deh,” balasnya.
***

Linda sampai di rumah Vina naik mobil. “Hei Vina? Yuk cabut!”
Vina yang masih di dalam rumah segera keluar dan pergi naik mobil bersama Linda. “Aduh swear deh, males banget aku! Ngapain juga sih musti ngajak aku? Sebenarnya kita mau jalan kemana?”
“Udah tenang aja, kamu pasti ga akan nyesel karena aku pengen ngenalin kamu ama cowok keren, ganteng, mapan. Beda deh ama si Rio culun itu.”
Sampailah mereka di sebuah rumah mewah. Vina melihat ada seorang pemuda bertubuh atletis yang menghampiri mereka. Linda keluar dari mobil bersama dengan Vina. Mereka masuk ke dalam dan saling memperkenalkan diri satu sama lain.
Vina tertarik juga dengan penampilan cowok itu. Sejenak ia melupakan rasa sakit hatinya kepada Rio. Tetapi ketika diperhatikannya sepertinya Hendra lebih menyukai Linda daripada Vina. Ia mulai merasa cemburu dengan sikap Hendra yang lebih perhatian kepada Linda.
Vina menarik tangan Linda dan mengajaknya keluar, “Eh Lin, kamu apa-apaan sih? Si Hendra itu kayaknya lebih suka sama kamu deh. Ngapain juga kamu kenalin ke aku?”
“Sabar Vin, memang sih Hendra suka sama aku, tapi aku ga suka sama dia. Jadi kupikir gimana kalau aku kenalin aja dia sama kamu. Kamu kan teman baikku.”
“Terus mau kamu apa? Udah jelas-jelas dia suka sama kamu! Kalau kayak gini aku bisa sakit hati lagi, Lin. Biar aku pulang naik taxi aja deh.”

***

Vina berlalu meninggalkan Linda. Linda sedih karena Vina sensitif sekali. Hendra coba menenangkan hati Linda.
Vina mulai putus asa dengan kehidupan cintanya. Ia menjadi orang yang introvert dan emosional terutama jika berhadapan dengan cowok.

Oleh : Moocen Susan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tuliskan komentar Anda di bawah ini. Komentar Anda sangat bermanfaat dan sangat saya hargai atau jika ada pertanyaan silakan tinggalkan pesan di livechat saya (sidebar kiri bawah)
Perhatian: saya akan menghapus otomatis komentar yang ada link hidupnya :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...