Laman

  • HOME
  • LOMBA BLOG
  • ARTIKEL
  • TUTORIAL
  • ORDER DESIGN
  • ABOUT ME
  • JUAL KEFIR
JASA DESIGN BLOG KHUSUS BLOGSPOT & JUAL PRODUK KEFIR

Alon-alon Waton Kelakon

Moocen Susan | Kamis, September 18, 2014 |
   Di rumah aku tinggal berdua dengan bapak. Kami berdua punya karakter yang sangat berlawanan. Aku tipe orang yang sering grusa-grusu dan mudah cemas jika terjadi sesuatu. Sedangkan bapakku tipe kalem, lemah lembut, dan tenang dalam berbagai situasi. 

   Di usiaku yang sudah kepala 3 ini, statusku masih single. Kekhawatiran akan jodoh pun sering menghantui pikiranku di sela-sela kesibukanku. Apalagi bapak sudah lanjut usia. Jika terjadi sesuatu pada bapakku betapa cemasnya aku. Kadang jika bapakku sakit, aku sangat sedih dan tiba-tiba aku bisa menjadi lemah. Aku sungguh tak ingin bapakku sakit meski hanya masuk angin. Tapi yang namanya kondisi tubuh orang lanjut usia tidak ada yang bisa memprediksi. Oleh sebab itu setiap hari kami selalu berdoa agar diberi kekuatan dan kesehatan. 

   Pernah suatu ketika, bapakku mengalami tabrak lari saat beliau pergi sendirian keluar rumah. Tadinya sih, aku ingin mengantar bapak, karena aku sedang sibuk memasak dan bapak ga sabar pengen cepat cukur rambut. Akhirnya beliau nekad pergi sendiri. Padahal pagi itu aku tidak punya firasat apapun. Bapak baru saja keluar rumah 15 menit yang lalu eh sudah ada kabar bapak kecelakaan. Panik, cemas, bingung campur aduk di pikiranku rasanya. 

   Segera aku menghampiri TKP dan melihat kepala bapakku sudah bercucuran darah. Aku membawa bapak naik becak menuju ke UGD puskesmas dulu karena pikirku kalau ke rumah sakit nanti pasti diminta surat rujukan dari puskesmas, jadi lebih baik sekalian ke puskesmas saja. 

   Yang membuatku makin cemas ketika becak yang kami naiki itu lambat sekali jalannya, mungkin pak becaknya berprinsip alon-alon waton kelakon. Biar lambat asal selamat kali ya. maklum yang nggontel becak bapak-bapak sudah sepuh. Pikiranku makin kalut, "Andai ada sepeda motor pasti sudah mak wush..wush wush…… sampai dari tadi" Tapi apa boleh buat karena yang ada cuma becak aja di situ. Dalam hati aku berdoa, "Ya Tuhan, berikanlah kesabaran dan kekuatan padaku dan bapak." 

   Untunglah sampai di UGD puskesmas, bapak segera ditangani meski loket pendaftaran pasien sudah tutup. Kejadian ini cukup membuatku jantungan juga. Berdasarkan pengalaman diatas, aku jadi over protektif pada bapakku. Kalau kemana-mana aku harus mengantar bapak agar tidak terjadi lagi kejadian seperti itu.

    Karena hal ini juga keinginanku untuk cepat menemukan pendamping hidup jadi memuncak. Apalagi yang bikin galau itu kalau mendengar berita pernikahan teman-teman sebayaku atau bahkan pernikahan adik kelasku yang notabene usianya 10 tahun dibawahku. Wah lha aku kapan ini? 

   Pernah terbesit dalam benakku, aku tak ingin sendiri aku takut terjadi sesuatu pada bapak sedangkan aku masih sendirian. Aku sering mengeluh pada bapak tentang hal ini. Tetapi bapakku menentramkan hatiku dengan mengatakan “Alon-alon waton kelakon, Sus! Lebih baik terlambat menikah daripada menyesal seumur hidup dengan memilih orang yang salah. Sudahlah percaya saja pada Tuhan dan terus berdoa nanti kan dipilihkan yang terbaik. Tidak usah kuatir, contohnya bapak ini lho, meski dulu terlambat menikah tapi kan tetep bisa menikah dan punya anak to?" 

    Menikah buru-buru tanpa persiapan yang matang justru akan membuat pernikahan tidak bahagia. Apalagi jika sudah mempunyai anak. Resiko terlambat menikah tidak terlalu membahayakan daripada menyesal seumur hidup. Aku pun manggut-manggut mendengarkan petuah bapakku. Memang benar kata bapak. Alon-alon waton kelakon… .  
 

21 komentar:

  1. tambah keren aja nih...mntb mbak

    BalasHapus
  2. Betul mbak pepatah itu, karena sesuatu yang sifatnya buru-buru kan gak baik toh, apalagi soal jodoh. Mudah-mudahan gak lama lagi Allah mempertemukan mbak dengan jodoh terbaik dari-Nya, aamiin.

    BalasHapus
  3. setuju mbak Susan, sabar aja, jodoh itu sudah dicatat sama Tuhan, sama siapa dan kapan ketemunya.... sukses ya Mbak :)
    aku yo pengen melu GA'ne, tapi sik golek ide iki....hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi...makasi mbak Amin..ayo ikutan mbak

      Hapus
  4. Bapaknya Bijak bgt mba, biasanya kan orangtua yang suka maksa2 anak cepat nikah walau belum ketemu jodohnya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak soalnya dulu bapak juga suka kebebasan berpendapat.

      Hapus
  5. Mak Susan...semoga segera menemukan jodoh terbaiknya, betul kata Bapak..alon2 asal kelakon...

    BalasHapus
  6. Aku juga orangnya grusa grusu mbak, saking pengen cepetnya jadi gak sabaran. Untuk urusan jodoh bener yang dibilang bapak mbak alon-alon waton kelakon. Tak dungakno ndang oleh jodoh yo Mbak. Amiin

    BalasHapus
  7. Banyakin ngeblog dulu aja Mbak sambil menanti datangnya pangeran berkuda. Nggak usah ngegalau :D
    Iya, bener tuh kata bapak, jangan kesusu. Daripada nanti asal comot, nggak bisa diretur lho.
    Sekali seumur hidup. Asal kita jadi perempuan baik-baik, lurus, punya kualitas diri, pasti Tuhan bakal memilihkan pasangan yang terbaik. Tinggal menunggu saatnya saja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. berkuda poni? hahaha... ga dalam rangka galau tapi krn ada Giveaway nya mas Belalang kpikirannya ide ini ya wes ditulis aja haha

      Hapus
  8. Sabar ae lah, mbak. Nanti juga ketemu sendiri jodohnya. Hehehe

    BalasHapus
  9. intinya, nikmati aja dulu ya mbak.. :)

    BalasHapus
  10. "waton kelakon" bukan sekedar asal tercapai lho ya... tetapi bagaimana proses (wewaton) juga tercapai :)

    BalasHapus
  11. blognya bagus, juga demikian dengan artikelnya.
    salam kenal dari malang
    welly

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tuliskan komentar Anda di bawah ini. Komentar Anda sangat bermanfaat dan sangat saya hargai atau jika ada pertanyaan silakan tinggalkan pesan di livechat saya (sidebar kiri bawah)
Perhatian: saya akan menghapus otomatis komentar yang ada link hidupnya :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...