Laman

  • HOME
  • LOMBA BLOG
  • ARTIKEL
  • TUTORIAL
  • ORDER DESIGN
  • ABOUT ME
  • JUAL KEFIR
JASA DESIGN BLOG KHUSUS BLOGSPOT & JUAL PRODUK KEFIR

Obat TB di Puskesmas Gratis, Lho!

Agustinadian Susanti | Rabu, April 09, 2014 | | |
    Kebetulan bapakku sendiri adalah penderita TB. Sebenarnya, bapakku bukan perokok, tapi mungkin beliau tertular orang yang terdeteksi TB saat kumpul-kumpul di arisan atau di warung kopi. Faktor pemicu lainnya yaitu karena kamar bapak lembab dan kurang sirkulasi udara yang baik. 

   Beliau mengidap TB saat aku masih bekerja di luar kota. Waktu itu karena tidak ada yang mengawasi aturan dan jadwal minum obatnya, beliau pernah putus obat. Hal ini disebabkan karena beliau merasa mual serta kurang enak badan setelah minum OAT (Obat Anti Tuberculosis). Selain itu bapak tidak sanggup membayar biaya berobat TB yang pada saat itu belum gratis seperti sekarang. 

   Namun, dengan banyaknya warga miskin yang terkena TB yang tidak mampu untuk berobat, dan untuk mengurangi angka kematian penderita akibat TB, akhirnya pada tahun 1995, pemerintah dengan tambahan bantuan dari luar negeri memberikan bantuan anggaran obat TB gratis kepada masyarakat ekonomi lemah untuk berobat di puskesmas atau rumah sakit pemerintah. 

ilustrasi oleh penulis sendiri

   Dengan strategi DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse chemotherapy) atau pengawasan langsung pengobatan jangka pendek yang direkomendasikan oleh WHO diharapkan para penderita TB tidak mengalami MDR (multi drug resistance) dan bisa disembuhkan.
ilustrasi oleh penulis sendiri
 

    Ketika mengetahui hal ini, aku segera membujuk bapak untuk mau berobat TB kembali. Karena selain gratis, aku ingin bapakku cepat sembuh dan tetap menjaga kesehatannya agar tidak kambuh lagi. 

    Setelah aku resign dari tempat kerjaku diluar kota dan pulang ke kampung halamanku, barulah kami mendapat kartu jamkesmas. Jadi setiap kami berobat ke puskesmas tidak dipungut biaya lagi alias gratis. Cukup dengan menyerahkan fotokopi jamkesmas sebanyak 4 lembar dan membawa kartu jamkesmas yang asli, kami mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis, baik itu di puskesmas maupun rumah sakit pemerintah.

    Hari itu, antrian di apotik cukup lama. Aku mengantri obat TB untuk bapakku. Sejak bapakku sakit TB, akulah yang menjadi PMO (Pengawas Menelan Obat) untuk bapak agar beliau cepat sembuh. 

   Foto rontgen kakek yang buru-buru pergi tadi masih kubawa. (baca kisah serial 1 disini). Syukurlah kakek itu kembali menghampiriku untuk mengambil fotonya: 

Aku : Lho, mbah ini lho foto rontgennya sampai ketinggalan. 

Mbah : Oh iya, aku lupa nduk soalnya terburu-buru. Makasih ya. 

Aku : Iya mbah. Bagaimana jadi periksa tadi? 

Mbah : Nah, itu dia nduk, sudah tutup puskesmasnya. Mbah disuruh kembali besok pagi.

Aku : Oh, kalau begitu besok segera periksa aja mbah. Oya, mbah kok sendirian? Anaknya dimana mbah? Besok suruh nganter anaknya mbah. 

Mbah : Anakku lagi kerja nduk, ya besok aku suruh nganter mbah. Oya nduk, obat TB itu apa saja ya? 

Aku : Kalau bapakku, diberi obat antara lain : INH, Rifampicin, Pyrazynamid  dan Ethambutol pada 2 bulan pertama. Selanjutnya 4 bulan berikutnya diteruskan dengan INH dan Rifampicin. Pengobatannya antara 6-9 bulan. Tapi pengobatan ini bisa lebih lama lho mbah, tergantung hasil pemeriksaan dokternya. 

    Minum obat TB itu harus rutin mbah, kalau minum obatnya blong-blongan nanti  kumannya kebal sama obatnya. Istilah kedokterannya MDR TB (multi drug resistance tuberculosis). Pokoknya jangan sekali-sekali malas minum obat. Sayang kan kalau harus mengulang dari awal. Nah, nanti kalau mbah minum obat ini jangan kaget ya kalau air seni mbah berubah warnanya jadi merah. Tapi tenang mbah, itu wajar kok, karena proses metabolisme obat saja. 

   Tapi sekarang untuk mempermudah pasien meminum obat, keempat jenis obat TB itu digabung menjadi satu pil saja dan obat ini dikenal sebagai Kombinasi Dosis Tetap (KDT). 

sumber : health.detik.com

Mbah : Oh gitu ya nduk. Tapi kira-kira bayar berapa ya nduk periksa TB ini? Uang mbah cuma sedikit nduk, mbah takut ga cukup nanti buat beli obat. 

Aku : Tenang mbah, jangan kuatir. Obat TB di puskesmas sekarang ini GRATIS dari pemerintah. Nah, mumpung gratis, berobatnya sing tenanan mbah. Ben ndang mari. Ya mbah ya. 

Mbah : Oh tenane nduk? Gratis? (sambil memasukkan dompetnya kembali dengan wajah sumringah) 

Aku : Coba lihat tayangan video ini kalau ga percaya : 



Mbah : Oh iya  nduk, :D..  Ya wes besok Mbah langsung capcus periksa ke puskesmas. Makasih ya nduk

   TB bisa disembuhkan, asal disiplin dan tuntas dalam minum obat. Jika Anda menemukan orang yang terjangkit TB dengan gejala-gejala : batuk lebih dari 3 minggu, demam disertai keringat dingin di malam hari, dan nafsu makan berkurang, jangan ragu lagi untuk segera berobat TB di puskesmas atau rumah sakit pemerintah. Mumpung GRATIS, lho.... 

Sumber referensi : 


- www.tbindonesia.or.id
- www.stoptbindonesia.org
- http://dokmud.wordpress.com/2010/03/17/dots-directly-observed-treatment-short-course/


 

15 komentar:

  1. Semoga bapaknya cepat sembuh ya, Mbak :-)

    BalasHapus
  2. Semoga Ayahnya cepat sembuh, ya.....
    Di kampungku tidak ada pengobata gratis-gratis begini, semua harus bayar makanya kami harus memiliki asuransi/

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh, yang gratis itu untuk yang ekonominya lemah mbak.

      Hapus
  3. Semoga bapak lekas sembuh. Alhamdulillah ada obat gratis di puskesmas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya mbak Lusi, kalau ga gratis wadow ga kuat bayar ihihi :) makasi ya komentarnya

      Hapus
  4. semoga masyarakat banyak yang tau mengenai obat gratis ini ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itulah gunanya kompetisi blog ini, untuk mengedukasi masyarakat tentang TB dan obat gratis hahaha

      Hapus
  5. wah... smangat sekali menulisnya.. mba Mocen.. :)

    Sukses ya competisinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya mbak krn saya ga suka nulis2 mepet DL. malah kemrungsung. hehe makasi mba Ayunda

      Hapus
  6. Tadi pas awal baca dikira harus minum obat terus, ternyata di akhir disebutkan bisa sembuh asal rutin minum obat. Jadi bertambah pengetahuan. Semoga cepat sembuh bapaknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasi masukannya mas andre, hehe iya saya lupa cantumkan periode minum obatnya haha..

      Hapus
  7. Semoga bpk cepat sembuh ya mak.. n jg moga menang biar bisa tambah nyenengin bpk:)

    BalasHapus
  8. salam hangat dari kami ijin informasinya dari kami pengrajin jaket kulit

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tuliskan komentar Anda di bawah ini. Komentar Anda sangat bermanfaat dan sangat saya hargai atau jika ada pertanyaan silakan tinggalkan pesan di livechat saya (sidebar kiri bawah)
Perhatian: saya akan menghapus otomatis komentar yang ada link hidupnya :D

Categories

Komentar

Blog Archive

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...